Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, A.Md; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel

Berita

Recovery Data Pemantauan Suhu Perairan di Karimun Jawa

E-mail Print PDF

Karimun Jawa, 18 Juli 2016 – Sebagai tindak lanjut kegiatan survei yang dilakukan Bulan April sebelumnya, survei kembali dilaksanakan di Kepulauan Karimun Jawa pada 17-20 Juli 2016. Survei ini merupakan rangkaian kegiatan pemantauan kondisi perairan di WPP 712 dibawah Keltibang Perubahan Iklim yang diketuai oleh Dr. Anastasia R.T.D.K. Fokus dari survei ini adalah pengambilan data dari alat T-Logger yang sudah merekam sejak Bulan April lalu. Usai pengambilan data tersebut, alat dipasang kembali untuk merekam hingga beberapa bulan kedepan. Terkait dengan pemutihan karang secara massal yang terjadi belakangan ini, data perekaman suhu perairan sangat penting untuk mengkaji lebih lanjut penyebab terjadinya kejadian tersebut. T-logger mampu merekam suhu dengan interval 1 jam selama 3 tahun. Dengan data yang panjang, diharapkan para peneliti mampu mengungkap lebih dalam kejadian pemutihan terumbu karang secara massal yang terjadi di Laut Jawa. Koordinasi dengan Pelabuhan Perikanan Pantai Karimun Jawa terkait ketersediaan data oseanografi atau laporan kejadian pemutihan karang pun dilakukan yang disambut oleh Bapak Firman selaku staf di PPP Karimun Jawa. Lokasi peletakan T-Logger berada di perairan timur Kepulauan Karimun Jawa, tepatnya berada di antara Pulau Tengah dan Pantai Batu Putih di kedalaman sekitar 7 meter. Tim dari keltibang Perubahan Iklim yang bertugas adalah Armyanda Tussadiah, S.Kel dan Tonny Adam Theoyana, S.Kel.


Last Updated on Friday, 29 July 2016 13:15
 

P3SDLP Gandeng DKP MTB Dalam Mendukung Penyusunan Basis Data Di Kepulauan Tanimbar

E-mail Print PDF

Saumlaki (23/07/2016) – Dalam rangka mendukung Penyusunan Basis Data Di Kepulauan Tanimbar pada 18 – 23 Juli 2016 dilaksanakan Pra_Survei di Pulau Tanimbar, Maluku Tenggara Barat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk koordinasi dan komunikasi pendahuluan survei dengan lembaga kelautan setempat yaitu Dinas Kelautan Perikanan, (DKP), Badan Pembangunan dan Perencanaan Daerah (BAPPEDA), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk persiapan survei serta pengumpulan data pendukung berupa data oseanografi, kualitas air  dan ekosistem serta  laporan kegiatan penelitian sebelumnya yang berguna menunjang kegiatan penelitian yang akan segera dilaksanakan dalam rangka penyusunan basis data pulau terluar Tim Pra Survei terdiri dari Hariyanto Triwibowo, S.T ( Ketua Tim Pra Survei)  , Sari Novita, S.T , Novita Ayu Ryandhini, S.Kel  dan Joko Subandriyo, S.T

Dalam kunjungan ke DKP  tim diterima oleh Juliana Ongirwalu, S.Sos. (Plt. Kepala Dinas DKP), Ambrosius Sabono (Kepala Bidang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil), W.M Laratmasse (Seksi Pemberdayaan Masyarakat) dan Daniel Fanumby (Plt. Tata Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil). Ibu Kadis sangat welcome dan akan mendukung sepenuhnya dengan rencana survei yang diperkirakan dilaksanakan bulan Oktober atau November 2016 mendatang. Pada kesempatan tersebut pihak DKP memberikan data laporan penelitian bagian barat Yamdena tahun 2014 dan penelitian oleh WWF di area Selaru dan Astubun tahun 2015 dalam bentuk soft copy. Saran dari DKP untuk survei ekosistem sebaiknya dilakukan di bagian sebelah timur Pulau Tanimbar yaitu di desa Aruibab, Tutukembong dan Siwaha (titik 6-8) karena dari penelitian sebelumnya sebagian besar dilakukan di bagian barat mengingat di bagian timur kondisi area survei cukup membahayakan terutama pada saat musim timur.

Sebagai informasi aktual, pada tanggal 08 Juli 2016 DKP MTB menerima ‘Bantuan Kapal’ survei pulau-pulau kecil dan pesisir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan tujuan untuk identifikasi potensi pulau-pulau terluar dengan tenaga 20 GT. Pada kesempatan ini Tim juga mengambil data Kualitas Air di beberapa titik rencana survei serta memasang   alat HOBO T-Logger untuk pemantauan kondisi suhu perairan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ukularang yang akan diambil pada saat  pelaksanaan survei mendatang.

Tim Pra Survei juga melakukan koordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) diterima oleh Kepala BAPPEDA Ir. Alowesius Bartkombawa, beliau akan menjembatani/ penghubung di semua instansi dibawah kewenangan Bupati MTB dan kecamatan yang dilalui oleh titik survei. Diperlukan surat pemberitahuan atau Memorandum dari Kapus P3SDLP ke Bupati MTB dengan tembusan Bappeda. Kemudian Tim juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) MTB yang diterima oleh Kepala Stasiun Meteorologi Saumlaki Bpk Kotualubun Jans, diperoleh data penunjang penelitian beberapa parameter dalam jangka waktu 10 tahun (2006-2015) diantaranya : Curah hujan, Intensitas Penyinaran Matahari, Angin, Suhu Udara Kelembaban. Untuk data gelombang dapat mengajukan ke BMKG pusat Jakarta.


Last Updated on Friday, 29 July 2016 13:51
 

Pusat Riset Kelautan Perkuat Visi Poros Maritim

E-mail Print PDF


SUMBER : MAJALAH SAINS INDONESIA JULI 2016 VOL 55


Last Updated on Friday, 29 July 2016 08:16
 

Institusi Riset dan Lembaga Internasional Tertarik Jalin Kerjasama Riset Perubahan Iklim Laut dengan P3SDLP

E-mail Print PDF

Jakarta – 26 Juli 2016. Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) Research and Technology (ART) 2016 Extension Program Indonesia, memiliki sisi lain yang positif bagi penelitian perubahan iklim di Indonesia. Pertemuan yang mengundang akademisi dan institusi riset di Indonesia tersebut untuk berdiskusi dan tukar pendapat mengenai kooperasi antara negara-negara anggota APEC. Agenda yang difokuskan pada kooperasi dan kolaborasi di bidang Sains dan Teknologi dengan sector bisnis, sector bisnis yang berkecimpung di iklim dan teknologi ramah lingkungan, guna membantu perkembangan inovasi negara-negara anggota APEC untuk mencapai tujuan akhir dari SDG’s. Indonesia yang mewakilkan dirinya dalam pertemuan ini kepada 3 orang yaitu Dr.-Ing. Widodo Pranowo Kepala Laboratorium Data Laut dan Pesisir, P3SDLP - KKP, Dr. Heru Santoso Kepala Biro Kepegawaian – LIPI, dan Dr. Triana Fizzanty direktur Pusat Penelitian Perkembangan Iptek – LIPI.

Dr.-Ing. Widodo memberikan penekanan pada pemaparannya untuk meminimalisir dampak dari pengasaman laut (ocean acidification) termasuk kerjasama saintifik lintas sektoral bahkan kerjasama antar negara. Kerjasama tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pengembangan kapasitas riset dan transfer teknologi kelautan hingga ke tingkat kerjasama antar pemerintah, dalam tatanan dalam memperbiki kesehatan laut dan menambah kontribusi dari biodiversitas laut dalam rangka pengembangan sektor kelautan negara. Selain perubahan iklim pria berkacamata ini juga memaparkan mengenai penelitian dibidang energiy terbarukan, diakhir presentasinya, Doktor Ingeneur ini menyambut semua anggota negara Organisasi APEC dan Internasional untuk bekerja sama dengan Indonesia , tentang perubahan iklim dan variabilitasnya.

Sesi diskusi Kepala Laboratorium Data Laut dan Pesisir yang juga sebagai Peneliti Madya ini kebanjiran pertanyaan dan ajakan kerjasama baik di bidang kerjasama antar negara hingga ketertarikan pihak asing terhadap data hadil prediksi yang dikeluarkan oleh KKP khususnya P3SDLP. Ketertarikan kerjasama antar negara Indonesia dengan Korea dikemukakan oleh Woongsung Lee, Ph.D. sebagai Director Global Policy Research Center UN ESCAP, yang menanyakan apakah sudah ada kerjasama riset antara Korea dengan Indonesia, dan menyatakan siap bekerjasama antar negara jika dimungkinkan. Perusahaan raksasa asal Korea pun tertarik akan potensi Energi terbarukan dari arus laut dan energy turbin angin yang di nyatakan secara langsung oleh Ys Baeng, yang merupakan Senior Manager, dari Energy Strategic Planing Team Perusahaan Elektronik Life Good (LG). Isu lingkungan pun menjadi salah satu magnet tersendiri dalam sesi diskusi itu, sebut saja Yin Hangshu, Adalah Program Officer, dari International Cooperation Departement, National Center Climate Change Korea yang ingin mengetahui mengenai metodologi perhitungan adaptasi dan formulasi loss and damage akibat perubahan iklim.  Selain kerjasama antar negara, energi, dan bahkan lingkungan, sejalan dengan itu perwakilan dari Pulse Lab. Jonggun Lee, Ph.D (Data Scientist) sebagai salah satu cabang dari UN yang berada di Indonesia tertarik akan data yang dihasilkan oleh KKP khsusnya P3SDLP mengenai peramalan daerah penangkapan ikan, peta lokasi penangkapan ikan cakalang/tuna, dan pasut on android. Laut merupakan suatu media fenomena yang unik, yang masih menunggu diungkap tentang apa yang terkadung didalamnya, sehingga pihak asing pun tertarik untuk melakukan penelitian di laut kita yang luas ini.

Baca berita terkait:



Last Updated on Thursday, 28 July 2016 13:43
 

P3SDLP Berpartisipasi Pada Rapat Setkonas CTI-CFF Indonesia

E-mail Print PDF

Bogor (26/07/2016) – Bertempat di Hotel Santika, Jl. Raya Padjadjaran, Bogor, pada Selasa 26 Juli 2016 diselenggarakan Pertemuan Setkonas CTI-CFF Indonesia. Pertemuan Setkonas CTI-CFF dipimpin oleh Ir. Agus Dermawan, M.Si selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP. Latar belakang diadakannya Pertemuan Setkonas CTI-CFF Indonesia ialah menindaklanjuti Pertemuan Komnas CTI-CFF Bogor 19 April 2016, dan Surat plh. Dirjen PRL KKP nomor : B-385/PRL/VI/2016 tanggal 8 Juni 2016 perihal Penetapan Pokja Sekretariat Komite Nasional CTI-CFF Indonesia. Pertemuan ini bertujuan membahas Surat Keputusan mengenai Anggota Pelaksana Harian Setkonas CTI-CFF Indonesia, dan Penyusunan NPOA 2016-2019.

Agenda pertama pertemuan adalah mengenai pengesahan Draft SK Susunan Anggota Pelaksana Harian Setkonas CTI-CFF Indonesia. Dalam hal ini, diusulkan beberapa anggota dari tiap pokja yang pada akhirnya dilakukan pemotongan jumlah anggota karena telah disepakati dalam diskusi bahwa jumlah maksimal anggota pada setiap pokja adalah 13 anggota.

Berdasarkan hasil diskusi telah ditetapkan bahwa Ketua Kelompok Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Karbon Biru, P3SDLP, Badan Penelitian dan Pengembangan KP, menjadi anggota dalam Kelompok Kerja Perubahan Iklim. Belum semua pokja mengirimkan NPOA sebagai bahan diskusi pertemuan kali ini. Adapun beberapa pokja yang sudah menyusun NPOA, Pokja pengelolaan perikanan berbasis ekosistem dengan 4 (empat) target besar yaitu penyediaan peraturan; perbaikan pendapatan dan mata pencaharian alternatif; pengelolaan tuna berkelanjutan; dan perdagangan ikan karang hidup. Pokja bentang laut lebih mengedepankan NPOA pada adaptasi model umum untuk menejemen seascape. Pokja kawasan konservasi perairan dengan 10 action plan terkait penguatan sistem konservasi; peraturan dibidang konservasi; penguatan komunitas lokal dan pendidikan, pencarian dana; dan penilaian capaian. Pokja pengelolaan spesies terancam punah dengan fokus aksi pada penilaian status dari hiu dan pari, penyu, burung dan mamalia laut yang terancam punah.

Adapun hasil akhir dari agenda Pertemuan Setkonas CTI-CFF Indonesia adalah :1) Finalisasi SK Sekretaris Eksekutif tentang Keanggotaan Pelaksana Harian Setkonas CTI-CFF dan Pokja, direncanakan tanggal 2 Agustus 2016 selesai. 2) Masing-masing Pokja agar menyusun rencana kerja tahun 2016-2019. 3) Biaya pertemuan penyusunan NPOA akan difasilitasi ADB-RETA. 4) NCC agar mengusulkan tentang jadwal kerja penyusunan NPOA setiap Pokja. 5) Target penyelesaian Final Draft NPOA ialah akhir September 2016. dan 6) Penyusunan Indonesia National Report untuk SOM 12 dan MM 7 di PNG Oktober – November 2016 (Target waktu penyelesaian ialah akhir September 2016).

Acara dihadiri oleh sekitar 30 peserta berasal dari institusi lingkup Balitbang KP, Ditjen Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan dari P3SDLP adalah Kasubbid Kerjasama Eko Triarso, S.T.,M.Si., Yenung Secasari S.T., M.Sc., Staf Lab. Data Laut dan Pesisir, Tonny Adam Theoyana, S.Kel dan Armyanda Tussadiah, S.Kel.


Last Updated on Thursday, 28 July 2016 13:39
 

Teknologi SEnSE dipresentasikan Oleh e-GEOS Italia di P3SDLP

E-mail Print PDF

Jakarta (26/07/2016) – Pada Selasa tanggal 26 Juli 2016, P3SDLP kedatangan tamu dari e-GEOS Spa Italy yang akan mengadakan presentasi mengenai “Teknologi Smart Eye On The Sens (SEnSE)”. Kelima tamu yang terdiri dari Claudio Serafini dan Maria Anggelucci, dan perwakilan dari Arpindo Sejahtera yaitu, Jasmine Khairani, Maria Yozantika dan Alexander diterima di  Ruang Rapat Lantai 4, Gedung Balitbang KP 2 diterima oleh Kepala Puslitbang SDLP Ir. M. Eko Rudianto, M.Bus, I.T didamping oleh Kepala Sub Bidang Perencanaan  Drs. B. Realino S., M.Si. Acara diawali dengan perkenalan dari masing-masing pihak dilanjutkan dengan pemaparan oleh Maria Angelucci  yang di moderatori oleh Berny A. Subki, Dipl.Oc. .

Dari pemaparan didapat beberapa point bahwa SEnSE merupakan platform pengawasan maritime yang menyediakan cara inovatif untuk mendapatkan akses atau informasi termasuk peringatan dini berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pengguna, memanfaatkan e-GEOS toolkit untuk eksploitasi lanjutan dari data satelit COSMO-SkyMed dan, mengintegrasikan lalu lintas data kelautan (misal SatAIS, AIS), meteo dan data satelit terbuka. SEnSE mempunyai 2 jenis layanan yaitu Vessel Detection, meliputi pengenalan dan identifikasi jenis kapal serta Oil Spill Detection, meliputi deteksi angin dan gelombang.  Terdapat fungsi sistem peringatan didalamnya yang dapat disesuaikan misalkan peringatan kapal-kapal yang memasuki area batas perairan ataupun peringatan tumpahan minyak yang mulai memasuki wilayah perairan tertentu. Pada vessel detection dapat juga digunakan sebagai alat mendeteksi serpihan metal yang tidak bisa dideteksi oleh SAR, seperti serpihan pesawat terbang yang meledak di laut. Aplikasi tersebut perlu dikembangkan untuk pengamatan ekosistem pesisir, seperti biomasa mangrove dan dinamika pesisir lainnya. Dari pihak e-GEOS menyediakan fasilitas capacity building berupa pelatihan teknisi atau pertukaran peneliti antara e-GEOS dan P3SDLP. Pelaksanaan pelatihan berlokasi di Roma, Italia selama kurang lebih 2 (Dua) Minggu.

Pemaparan dan diskusi dihadiri oleh beberapa Peneliti P3SDLP yaitu  Dr. Novi Susetyo Adi, Rainer Arief Troa, ST, M.Si., A. Riza Farhan, Ph.D., Dr. Dini Purbani, Berny A. Subki, Dipl.Oc., La Ode Nurman Mbay, M.Si., R. Bambang Adhitya Nugraha, M.Sc., Penny Dyah Kusumaningrum, M.Si., Yulius, M.Si.



Last Updated on Thursday, 28 July 2016 10:49