Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, Dani Saepuloh, A.Md, Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel

Berita

SEBARAN SPASIAL PARAMETER KUALITAS PERAIRAN TELUK JAKARTA-2014

E-mail Print PDF

SEBARAN SPASIAL PARAMETER  KUALITAS PERAIRAN TELUK JAKARTA-2014

(Parameter Fisika-Kimia, Nutrien, Klorofil dan Logam Berat)

Oleh :Taslim Arifin(1), Anma Hari Kusuma(2), Hadiwijaya L. Salaim(1) & Muhammad Ramdhan(1)

(1) Pulitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Balitbang KP-KKP

(2) Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Teluk Jakarta merupakan kawasan padat dengan berbagai aktivitas sehingga menjadi tempat berkumpulnya polutan dari daratan yang ditransport melalui 13 sungai yang mengalir di wilayah DKI Jakarta. Penelitian terhadap parameter fisika-kimia, nutrien, klorofil dan logam berat (terlarut, tersuspensi dan sedimen) di perairan Teluk Jakarta telah dilakukan pada bulan April 2014. Analisa sampel air dilakukan di Laboratorium Produktivitas Lingkungan Departemen MSP-Institut Pertanian Bogor. Adapun hasil dari setiap parameter tersebut adalah sebagai berikut:



Peta Lokasi Penelitian

Contact :

Dr. Taslim Arifin : Ketua Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir - P3SDLP

Emal: taslim[at]kkp.go.id dan a_taslimar[at]yahoo.com


Last Updated on Monday, 22 September 2014 13:44
 

Tim Riset “Dampak Pembangunan Jakarta GIANT SEA WALL (GSW)”-2014

E-mail Print PDF

SIRKULASI ARUS PERAIRAN TELUK JAKARTA

(Analisis Pra-Pasca Konstruksi Tanggul Laut (Giant Sea Wall)

Oleh :

Tim Riset “Dampak Pembangunan Jakarta GSW Terhadap Sumberdaya Laut & Pesisir, 2014

Pulitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Balitbang KP-KKP

Pola arus hasil analisis hidrodinamika Teluk Jakarta pada kondisi pasang tertinggi menunjukkan arah arus laut yang sangat bervariasi dengan kecepatan arus dibawah 0,02 m/detik. Pada saat pasang menuju surut purnama, pola arus laut di Teluk Jakarta menunjukan arah homogen. Arah Arus laut didominasi oleh pergerakan massa air yang berasal dari Laut Jawa menuju ke perairan Teluk Jakarta kemudian arahnya berbelok ke arah barat menyusuri perairan pantai Teluk Jakarta dengan kecepatan yang mencapai diatas 0,02 m/detik. Pada saat surut terendah kecepatan arus mulai berkurang disertai dengan perubahan arah arus laut yang didominasi oleh pergerakan massa air yang bergerak kembali ke Laut Jawa meninggalkan perairan pantai Teluk Jakarta dengan kecepatan dibawah 0,02 m/detik. Pada saat surut menuju pasang purnama, kecepatan arus mencapai diatas 0,02 dengan arah arus homogen yang didominasi oleh massa air yang bergerak dari Barat ke Timur menyusuri perairan pantai Teluk Jakarta.

Pola arus hasil analisis hidrodinamika di Teluk Jakarta setelah dibangun tanggul laut raksasa mengalami perubahan kecepatan dan arah. Pada saat pasang tertinggi, massa air yang berasal dari Laut Jawa masuk ke celah utama tanggul laut raksasa kemudian terbagi dua yang bergerak masuk menuju bangunan tanggul laut raksasa sebelah barat dan menuju bangunan tanggul laut raksasa sebelah timur. Pada saat pasang menuju surut, kecepatan arus mulai meningkat namun pergerakan massa air didalam celah utama tanggul laut raksasa dan didalam bangunan tanggul laut raksasa relatif sama dengan kondisi pada saat pasang tertinggi. Pada saat surut terendah, arah aliran massa air mulai bergerak keluar dari bangunan tanggul laut raksasa melewati celah utama tanggul laut raksasa menuju ke Laut Jawa. Pada saat surut menuju pasang purnama, aliran massa air didalam bangunan giant sea wall masih sama arahnya yang bergerak homogen meninggalkan bangunan tanggul laut raksasa melewati celah utama menuju ke Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis hidrodinamika dengan skenario pembangunan tanggul laut raksasa menunjukan adanya arus dengan kecepatan mendekati 0 m/detik pada beberapa kondisi pasang surut yang berbeda dibeberapa lokasi didalam bangunan tanggul laut raksasa. Beberapa lokasi didalam bangunan tanggul laut raksasa dengan kecepatan arus sangat rendah tersebut berpotensi menyebabkan akumulasi sedimen yang berasal dari sungai-sungai utama yang mengalir ke Teluk Jakarta. Masukan sedimen yang berasal dari sungai-sungai utama di Teluk Jakarta akan tertahan didalam bangunan giant sea wall karena tidak terbawa oleh arus laut.

Contact :

Dr. Taslim Arifin : Ketua Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir - P3SDLP

Emal: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dan This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

PRA-KONSTRUKSI GIANT SEA WALL

PASCA-KONSTRUKSI GIANT SEA WALL


Last Updated on Monday, 22 September 2014 15:21
 

Pertemuan Teknis Antara P3SDLP Dengan FIO,China

E-mail Print PDF

Pada tanggal 19 September 2014, bertempat di Ruang rapat Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, Gedung Balitbang KP II Lantai 4. Keltibang Geodinamika dan Sumber Daya Laut Dalam yang diketuai oleh Rainer Arief Troa, ST, M.Si.,  mengadakan pertemuan teknis mengenai “Analisis Karakteristik Sumber Daya Laut Dalam di Kawasan Samudera Hindia”. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, yang berkaitan dengan proposal penelitian Geodinamika dengan The First Institute of Oceanography (FIO) China.

Undangan yang hadir dalam pertemuan ini adalah Dr. -Ing. Widodo S Pranowo (Kabid pelayanan Teknis P3SDLP), Dr. Haryadi Permana (Puslit Geoteknologi LIPI, Bandung), Dr. Sugiarta Wirasantosa, Ir. Nur Cahyo, M.T (P3GL, Bandung). Adapun Dr. Shengfa Liu, Dr. Quanshu Yan, Dr. Shuqing Qiao, dan Dr. Xiaoyan Li  dari The First Institute of Oceanography (FIO). Selain itu para peneliti dan staf dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir yang ikut hadir dalam pertemuan ini adalah Dr. Anastasia Rita Tisiana D.K, Dr. Dini Purbani, Lestari C. Dewi, M.Si., Mariska Astrid Kusumawardhani, S.Si., Boni Hasanudin, S.Sos., Tutik handayani S.IP., dan Siti Juwariah.


Last Updated on Friday, 19 September 2014 11:00
 

RAPAT KEMAJUAN KEGIATAN VALIDASI SHELTER TSUNAMI DI KOTA PARIAMAN

E-mail Print PDF

Pada tanggal 16 September 2014 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Rapat P3SDLP Gedung Balitbang KP II Lantai 4 dilaksanakan rapat kemajuan kegiatan penelitian yang berjudul “VALIDASI USULAN LOKASI TES (TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA) DAN TEA (TEMPAT EVAKUASI AKHIR) KOTA PARIAMAN Kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan tahun 2012 dan merupakan riset permintaan dari pihak Pemda Kab. Kota Pariaman melalui Surat No: 360/344/BPBD/V-2013 kepada Badan Litbang KP perihal Permohonan Fasilitas untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dalam penempatan dan kelayakan shelter di wilayah yang rawan bencana di Kota Pariaman.

Rapat tersebut dipimpin oleh  Edy Purnomo, M.Si (Kabid Monev P3SDLP) dan dihadiri oleh Asrizal, MT. (Kepala BPBD Kota Pariaman), Agus Hermawan, S.Sos (Kasubbid Publikasi P3SDLP), Dr. Udrekh (Kabid Teknologi Mitigasi Bencana BPPT), Dr. Haris Mulyo Pradono (BPPT), Ignasius Ryan P., M.Sc. (Australia Indonesia Facility For Disaster Reduction), Haunan Afif, MT. dan Rahayu Robiana, MT. (PVMBG), serta Dr. Dini Purbani (PJPK Kegiatan) dan anggota kegiatan. Dalam rapat tesebut dipaparkan 3 hasil penelitian yaitu :

  1. Validasi Usulan Lokasi  TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir)  Kota Pariaman. Disampaikan oleh PJPK Kegiatan.
  2. Tempat Evakuasi Sementara (TES) untuk Tsunami. Disampaikan oleh Bapak Dr. Mulyo Pradono (BPPT)
  3. PengembanganPetaBahayaTsunami untukKota Pariaman, Sumatra Barat. Disampaikan oleh Ignatius Ryan dari AIFDR

Dalam rapat ini telah diperoleh kesimpulan akan dilakukan perubahan Peta Rute Evakuasi, pembuatan Buku Mitigasi Bencana di Kota Pariaman yang berisi antara lain rekomendasi untuk penentuan lokasi TES dan kekuatan konstruksi bangunan untuk shelter.


Last Updated on Thursday, 18 September 2014 08:34
 

MOMSEI Summer School ke-5 di Jakarta Indonesia

E-mail Print PDF

Kegiatan " Monsoon Onset Monitoring & Its Social & Ecosystem mpacts "(MOMSEI) merupakan salah satu proyek percontohan dari intergovernmental Oceanographic Commission Sub-Commission for the Western Pacific (IOC-WESTPAC) yang juga dalam termasuk kegiatan  South East Asia Global Ocean Observing System (SEAGOOS) dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman danperamalan Monsun Asia dan variabilitas multi-skala tingkat regional terkait dengan perilaku interaksi udara-laut di wilayah terjadinya Monsun dan analisis kemungkinan hubungan terjadinya Monsun dengan yang berdampak pada ekosistem laut.

Pada tahun 2014 ini merupakan kelima kalinya MOMSEI summer school sudah dilaksanakan, dan pada edisi kelima ini MOMSEI Summer School diadakan pada tanggal 9 - 13 September 2014 di NAM Center Hotel Kemayoran Jl Angkasa Kemayoran Jakarta Pusat. Acara ini diselenggarakan oleh indonesia China Center for Ocean and Climate (ICCOC) disponsori oleh IOC Sub-Commission for the Western Pasific (WESTPAC) dan Bay of Bengal Large Marine Ecosystem (BOBLME) serta didukung oleh P3SDLP (Host) dan BMKG (co Host) yang dikoordinasikan oleh Ibu Dr. Anastasia Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph.d.

5th MOMSEI Summer  School kali ini dihadiri oleh para peneliti maupun praktisi akademi dari beberapa nergara seperti Tiongkok, Myanmar, Malaysia, Cambodia, India, Vietnam, Thailand, Maldaves, Banglades, Iran, Kenya, USA dan beberapa dari perwakilan Indonesia. Adapun beberapa materi selama 5th MOMSEI Summer  School adalah Regional Oceanography in the Indian Ocean (Dr. Weidong Yu), Introduction to Monsoon Climate (Weidong Yu), Indian Ocean Biological Process (Mr. Benjamin Jones), Deep Sea Fisheries in Indonesian Water (Prof. Wudianto), Marine Biogeochemical Process associated winth Monsoon Forcing (Dr. Somkiat Khokiattiwong), Epipelagic Ecosystem (Dr. Xuelei Zhang), Ocean Tide Basics (Dr. Yue Fang) dan Introduction to Monsoon Climate (Dr. Tianjun Zhou).

Baca juga berita :

Last Updated on Monday, 15 September 2014 16:07
 

RAPAT PERSIAPAN SURVEY JOINT CRUISE BENTHIC 2014

E-mail Print PDF

Pada tanggal 10 dan 11 September 2014 pukul 13.00 WIB bertempat di Ruang Rapat P3SDLP Gedung Balitbang KP II Lantai 4dilaksanakan rapat dalam rangka persiapan pelaksanaan Survey Joint Cruise BENTHIC 2014. Joint Cruise BENTHIC adalah hasil kerjasama P3SDLP dengan First Institute of Oceanography, State Oceanic Administration Tiongkok.

Rapat tersebut dipimpin oleh  Reiner Arief Troa, M.Si (Ketua Keltibang Geodinamika dan Sumber Daya Laut Dalam) dan dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian Dan Pengembangan Sumberdaya Laut Dan Pesisir,  Kepala Bidang Tata Operasional, Kepala Bidang Pelayanan Teknis, Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi, Kepala Loka Penelitian Sumberdaya dan Kerentanan Pesisir, Ketua Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, Ketua Keltibang Kebijakan Perubahan Iklim, Ketua Keltibang Karbon Biru, Ketua Keltibang Sumber Daya Air Laut dan Garam, Kasubid Tata Laksana Penelitian dan Pengembangan dan beberapa peneliti. Dalam rapat tesebut membahas 2 hal penting yaitu :

  1. Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Joint Cruise BENTHIC 2014
  2. Diskusi Cruise Plan dan Penyusunan Dokumen Personil Cruise

Dalam rapat ini telah didapat bahwa rencana pelaksanaan Cruise dilaksanakan pada 15 Desember 2014- 3 januari 2015 (20 Hari).


Last Updated on Monday, 15 September 2014 14:13