Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, Dani Saepuloh, A.Md, Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel

Berita

The NANO South East Asia Meeting Burapha University, Thailand

E-mail Print PDF

Pertemuan “The NANO South East Asia Meeting” diselengarakan dalam rangka membangun jaringan dan hubungan kerjasama regional penelitian antar sesama anggota Alumni Partnership for Observation of the Global Oceans (POGO) yang tergabung dalam NANO NF POGO. Pertemuan berlangsung selama 2 hari, 26 Oktober 2014 – 27 Oktober 2014 di Burapha University, Thailand.

Kegiatan “The NANO South East Asia Meeting” dihadiri oleh 23 peserta yang berasal dari 5 negara di Asia Tenggara seperti: Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina yang tersebar di berbagai instansi pemerintahan maupun universitas. Delegasi Indonesia di wakili oleh 3 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi, Umi Zakiyah dari Universitas Brawijaya, Arif Seno Adji dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sedangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diwakili oleh August Daulat, S.St.Pi, Peneliti Pertama dari Keltibang Karbon Biru, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP), Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.

Narasumber yang bertindak sebagai pemapar adalah Dr. Anukul Buranapratheprat yang bertindak sebagai koordinator dari Team Thailand, Dr. Phan Minh Thu sebagai koordinator dari Team Vietnam dan Joseph Palermo sebagai koordinator dari Team Philippines dengan mensosialisasi kegiatan penelitian “Eutrophication in the Coastal Waters of South East Asia: An Assessment” yang telah dilaksanakan oleh 3 negara di kawasan Asia Tenggara tersebut. Bertindak sebagai koordinator penelitian pada kegiatan pertemuan adalah Dr. Vikki Cheung yang berasal dari POGO Plymouth Marine Laboratory. Berdasarkan hasil yang telah dicapai dalam pertemuan tersebut adalah berupa pembuatan proposal mengenai pengembangan kegiatan penelitian regional di kawasan Asia Tenggara dengan memasukan 2 anggota baru yaitu Indonesia dan Malaysia. Dengan adanya pengembangan kegiatan penelitian bersama ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan kerjasama penelitian untuk saling melengkapi dan menguatkan jaringan antar sesama anggota NANO NF-POGO khususnya di kawasan Asia Tenggara.


Last Updated on Wednesday, 29 October 2014 14:18
 

Kontribusi P3SDLP di dalam Penyusunan Third National Communication (TNC) bagian Adaptasi Perubahan Iklim

E-mail Print PDF

Pada tanggal 16 Oktober 2014, tiga orang peneliti P3SDLP Dr. A. Rita TIsiana Dwi Kuswardani, Dr. Dini Purbani dan Yulius, M.Si. mengikuti kegiatan Penyusunan Third National Communication (TNC) bagian Adaptasi Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Asdep Adaptasi Perubahan Iklim.

Kegiatan ini mendapatkan sponsor dari United Nation Davelopment Programe (UNDP) yang direncanakan berjalan selama periode 2 tahun (2014-2016). Fokus kegiatan untuk melakukan studi kasus kerentanan dan adaptasi dampak perubahan iklim yang berkaitan dengan ekosistem pesisir dan laut. Hasil diskusi diputuskan lokasi pelaksanaan studi kasus yang akan dilakukan di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dengan fokus ekosistem terumbu karang.


Last Updated on Friday, 17 October 2014 13:38
 

Diskusi Draft Concept Note Kegiatan Blue Carbon dengan World Bank

E-mail Print PDF

Selasa, 14 Oktober 2014, P3SDLP mendapat kunjungan perwakilan dari Bank Dunia (World Bank) yaitu Dr. Cary Anne Cadman (Senior Environmental Specialist Green Development Support Program) dan Ibu Dr. Ina Pranoto yang datang dalam rangka diskusi dan sharing knowledge terkait pembuatan proposal penelitian Karbon Biru (Blue Carbon). Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Teknis, Dr. Ing. Widodo S. Pranowo serta dihadiri pula oleh para peneliti Keltibang Karbon Biru yaitu Dr. Andreas Hutahaean, Dr. Devi Suryono, Dr. Agustin Rustam, Terry L. Kepel, M.Sc., August Daulat, S.St.Pi. dan Mariska Astrid Kusumaningtyas, S.Si. ini bertujuan mempertajam draft proposal (concept note) yang berjudul “Blue Carbon Coastal Livelihoods and Ecosystems Management Project”, yang rencananya akan diajukan kepada GEF untuk memperoleh bantuan dana penelitian yang bersumber dari Bank Dunia. Proses finalisasi proposal tersebut direncanakan selesai tahun 2015, sehingga pada periode tahun 2016-2019 diharapkan kegiatan tersebut dapat segera diimplementasikan.

 


 

Delegasi Indonesia dari P3SDLP Menghadiri “The 2nd Consultative Meeting on Southeast Asian Underwater Archaeology 2014”

E-mail Print PDF

Sejumlah 6 (enam) personil P3SDLP bertindak sebagai Delegasi Republik Indonesia (DELRI) menghadiri “The 2nd Consultative Meeting on Educational Development in Southeast Asian Underwater Archaeology” di kota Quang Ngai, Vietnam. Anggota DELRI yang dipimpin oleh Dr. Budi Sulistiyo (Kepala P3SDLP) tersebut beranggotakan: Ir. Saifuddin, M.MA (Sekretaris Inspektorat Jenderal KKP), Dr. Sugiarta Wirasantosa (Peneliti Senior di P3SDLP), Erish Widjanarko, ST (Kepala Sub Bidang Tata Laksana Litbang), Gunardi Kusumah, MT (Kepala LPSDKP), dan Ir. Nia Naelul Hasanah (Peneliti Muda Bidang Arkeologi Laut). Pada pertemuan yang berlangsung 12 hingga 13 Oktober 2014 tersebut disampaikan Country Report tentang kekayaan arkeologi maritim nusantara, basis data yang telah terhimpun, bidang  litbang dan multidisiplin ilmu yang terkait. Selain itu dibahas juga tren perubahan iklim global yang disinyalir dapat berdampak kepada situs arkeologi bawah air. Beberapa langkah kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam mengantisipasi hal tersebut juga disinggung didalam Country Report DELRI tersebut.


Last Updated on Tuesday, 14 October 2014 09:42
 

"TANGGUL RAKSASA" Proyek Tak Masuk Tata Ruang Jakarta

E-mail Print PDF

(Kompas 9 Oktober 2014 hal.14) Proyek tanggul raksasa itu juga belum masuk Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030 dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Puncak, dan Cianjur.

Secara terpisah, Kepala Kelompok Peneliti Kerentanan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Semedi Husrin mengingatkan ancaman kerusakan pesisir Banten. “Untuk membangun reklamasi pantai jakarta harus mengorbankan daerah lain yang pasirnya diambil dari pantai Serang, Banten.” Kata Semedi.

 

(Kompas 13 Oktober 2014 Hal.14 ) Widodo Pranowo, peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir KKP, mengatakan, proyek itu akan berdampak ekologis, bukan hanya terhadap pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu, tetapi hingga banten. “Tanggul ini bisa menjadi comberan raksasa,” katanya.

Selain itu, tanggul akan menyebabkan perubahan arus laut dan akan menggerus beberapa pulau di Pulau Seribu, salah satunya Pulau Onrust. Adapun dampak di pesisir Serang, Banten, seperti dikemukakan kepala Kelompok Peneliti Kerentanan Pesisir KKP Semedi Husrin, berpotensi merusak pesisir Banten karena pasir reklamasi Teluk Jakarta dari Banten.

Jadi, seharusnya yang dipikirkan dulu adalah menata air di hulu, bukan bendung di hilir. Tanggul Laut Jakarta untuk siapa?

Baca juga : Proyek Tanggul Laut Dimulai

 


Last Updated on Tuesday, 14 October 2014 09:27
 

P3SDLP Berperan Serta Dalam Acara Indonesia Carbon Update 2014

E-mail Print PDF

 

Pada hari Kamis 9 Oktober 2014, bertempat di Hotel Aryaduta Manado, berlangsung acara "Indonesia Carbon Update 2014" (ICU-2014). Hadir pada kesemptan tersebut Dr. Widodo S Pranowo (Kepala Bidang Pelayanan Teknis) membawakan hasil penelitian Tim Karbon Biru P3SDLP secara umum di Indonesia dan secara khusus di kawasan Sulawesi Utara. Tanggapan positif datang dari berbagai kalangan, terutama memberikan pencerahan kepada mereka, bahwa pembangunan ekonomi masyarakat pesisir yang mengemisikan karbon dapatlah diatasi dengan kemampuan serapan karbon oleh ekosistem pesisir seperti lamun dan mangrove.

Kedepannya, masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya akan menghubungi Blue Carbon Center P3SDLP untuk meminta dukungan, arahan, asistensi, dan partisipasi dalam upaya penyiapan SDM yang belum menguasai konsep karbon biru.

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Hadir dalam acara tersebut lebih dari 250 peserta yang berasal dari pemerintahan, universitas, dan instansi kementerian/ lembaga terkait. Adapun staf Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Sdr. Joko Subandriyo, ST meliput partisipasi P3SDLP dalam kegiatan ICU-2014 tersebut.


Last Updated on Monday, 13 October 2014 00:56