Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, A.Md; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel

Berita

Pusris Kelautan Digandeng Pushidros TNI-AL Mengaji Kesibukan ALKI Selat Sunda

E-mail Print PDF

Jakarta 21 Februari 2017. Selat Sunda adalah salah satu dari Alur Lintas Kepulauan Indonesia (ALKI) dari ketiga ALKI yang ada. Saat ini tercatat semakin ramai dan sibuk ALKI Selat Sunda tersebut. Hal ini terdeteksi oleh Automatic Identification System (AIS) yang ada di Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakamla) maupun yang ada di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditejn Hubla) Kementerian Perhubungan. Satelit radar KKP melalui program Infrastructure Development for Space Oceanography (INDESO) juga mendeteksi hal yang sama, sambil memantau kemungkinan adanya kejadian tumpahan minyak baik secara sengaja maupun karena kecelakaan.

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidros TNI-AL), pada 20 Februari 2017, mengadakan rapat koordinasi dalam rangka rencana pelaksanaan Traffic Separation Scheme (TSS) untuk mengatur lalu lintas kapal di Selat Sunda yang semakin ramai tersebut. Direncanakan nanti akan dilakukan instalasi pemisah alur lalu lintas di Selat Sunda pada jalur pelayaran yang ramai dan sempit. Ditjen Hubla akan bertugas memasang rambu laut, sedangkan Pushidros TNI AL akan mencantumkannya pada peta laut yang digunakan untuk navigasi. Dalam rangka mengaji hal tersebut Pusat Riset Kelautan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP digandeng terkait sebagai salah satu sumber data sumberdaya laut dan pemantauan tumpahan minyak. Selain itu digandeng pulalah Pusat Riset Perikanan dan Direktorat Perencanaan Ruang laut KKP dalam rangka mengaji potensi konflik pemanfaatan ruang dengan zona konservasi dan zona penangkapan ikan di Selat Sunda.

Baca berita terkait:


Last Updated on Tuesday, 21 February 2017 15:36
 

Banjir Kembali Landa Kompleks Bina Samudera Ancol Timur 21 Februari 2017

E-mail Print PDF


Jakarta, 21 Februari 2017. Banjir kembali landa kawasan Kompleks Bina Samudera Ancol Timur Jakarta Utara. Banjir terdeteksi dimuali sekitar pukul 04:00 WIB oleh salah seorang staf peneliti Pusat Riset Kelautan, Dr.rer.nat. Agus Setiawan, yang sedang lembur melakukan riset di lantai 5 Gedung II BRSDM KP yang beralamat di Jalan Pasir Putih II, Ancol Timur, Jakarta Utara. banjir tersebut menggenangi Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan juga kompleks Pusat Hidro-Oseanografi TNI Anangkatan Laut. Selain itu banjir juga merendam jalan masuk menuju pintu gerbang timur taman wisata Jaya Ancol. Berdasarkan data prakiraan pasang surut di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman Muara Baru pada 21 Februari 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Riset Kelautan, kondisi air adalah saat menuju surut pada kurun waktu 04:00 WIB hingga 10:00 WIB, dimana kondisi air laut berada dibawah duduk tengah (Mean Sea Level, MSL) mulai pukul 11:00 WIB. Apabila air sudah berada dibawah MSL tersebut maka air genangan banjirdapat surut secara natural karena tergelontor menuju ke arah laut. Pada banjir tahun 2015/2016, kawasan Kompleks Bina Samudera cukup lama tergenang oleh banjir karena listrik yang padam tidak dapat menggerakkan pompa-pompa air keluar ke laut.


Last Updated on Tuesday, 21 February 2017 11:19
 

Riset Kelautan di Tahun 2017 akan Digenjot

E-mail Print PDF


Jakarta (20/02/2017) – Bertempat di Ruang Rapat Lantai 7 Gedung Mina Bahari III, pada Jum’at 17 Februari 2017 berlangsung Rapat Pimpinan (Rapim) lingkup Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP). Rapat dipimpin Plt.Kepala BRSDMKP Ir. Rifky Effendi Hardijanto dan dihadiri oleh para Kepala Pusat (eselon 2) dan eselon 3 terlantik pada hari tersebut pukul 08:00 WIB. Beberapa hal yang dibahas dalam Rapim ini diantaranya terkait keragaman SDM BRSDMKP; Realisasi Anggaran tahun 2016 di Balitbang KP dan BPSDMKP; Capaian Kinerja Program Prioritas Tahun 2016; Alokasi Anggaran BRSDMKP Tahun 2017 serta proses penggabungannya; dan Kegiatan Prioritas BRSDMKP Tahun 2017. Khusus untuk Pusat Riset Kelautan beberapa kegiatan Prioritas di tahun anggaran 2017 ini adalah: Value added product kelautan (arkeologi maritim, wisata bahari dan garam); Penyiapan UU tentang penanggulangan pencemaran laut (Lintas sektor); Pemanfaatan CSR untuk industri; Pariwisata bahari; Konektivitas hasil terapan dengan riset dasar; Pembangunan PIAMARI dan MIAMARI; Observasi Laut dan Operasional Observasi Laut Nasional pasca INDESO Project; Sistem Informasi Nelayan Pintar; Implementasi “SATREPS”, yang merupakan kerjasama dengan pihak Jepang; Riset yang mendukung lokasi SKPT; Penyusunan Indeks Kesehatan Laut Indonesia (IKLI); Blue Forest Project (kerjasama dengan GEF/Global Environment Fund), sebagai bahan penyusunan Roadmap Karbon Biru; Tindak lanjut COP 22 Conference of the Parties UN FCCC (The United Nations Framework Convention on Climate Change);Menyiapkan bahan Subsidiary Body for Scientific and Technology Advice (SBSTA); InaCoBHAS (Indonesia Coral Bleaching and Harmful Algabloom Alert System); Kajian Reklamasi; Kerentanan wilayah pesisir; Kajian dan Rekayasa Teknologi Kelautan. Namun sesuai arahan Kepala BRSDMKP, diperlukan refokusing topik lagi untuk menghasilkan hasil riset kelautan yang lebih membumi.


Last Updated on Monday, 20 February 2017 14:50
 

Peneliti Pusris Kelautan dapatkan Hibah Dana Riset Indonesia Marine Fellows

E-mail Print PDF

Jakarta (20/02/2017) - Selamat kepada Peneliti Pusat Riset Kelautan Dr. Aulia Riza Farhan dan R. Bambang Aditya, M.App.Sc. yang sudah terpilih mendapatkan fellowship Program. Terdapat 6 (Enam) kandidat yang terpilih dari program ini. Para kandidat ini dipilih berdasarkan kriteria :Pemahaman tentang masalah penelitian; Pemahaman tentang metode ekonomi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian; dampak potensial dari studi mereka untuk kebijakan perikanan dan kelautan di Indonesia; rencana kerja penelitian dan anggaran dan keterampilan komunikasi presenter. Adapun Topik Penelitian yang dbawakan oleh Dr. Aulia Riza Farhan “The calculation model of economic losses due to illegal fishing activities in the Indonesia territorial waters”. Keep a good work for finding outside resources. The Marine Fellows Program tersebut didanai oleh Margaret A. Cargill Philanthropies and The David & Lucile Packard Foundation

Sumber Berita : conservation-strategy.org



Last Updated on Tuesday, 21 February 2017 10:11
 

Selamat Bertugas Kepala Bidang dan Kepala Bagian Pusat Riset Kelautan

E-mail Print PDF



Last Updated on Monday, 20 February 2017 08:36
 

Selamat Menempuh Hidup Baru Novita Ayu R.

E-mail Print PDF


Last Updated on Wednesday, 22 February 2017 10:00