Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, A.Md; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel

Berita

Selamat atas penganugerahan Doctor Honoris Causa (Dr. H.C.) kepada Menteri Kelautan dan Perikanan

E-mail Print PDF


Last Updated on Friday, 02 December 2016 13:05
 
 

MCDL Muncul di PIT-ISOI 2016

E-mail Print PDF


Jakarta (02/12/2016) – Walaupun perjalanan dinas sudah dibatas sampai dengan 26 November 2016, dalam PIT ISOI 2016 ini terdapat 2 poster yang didalamnya turut andil Laboratorium Data Laut dan Pesisir melalui ketuanya Dr.-Ing Widodo S Pranowo. Dua poster tersebut dengan judul “Karakteristik Gelombang Laut Signifikan Periode Tahun 2015 di Wilayah Laut Natuna” dengan penulis Purry Djati Anggara, Tasdik Mustika Alam, Johar Setiadi serta Widodo S. Pranowo, dan “Pemodelan Hidrodinamika Barrier Wall dan Sedimentasi di Perairan Dermaga Kolam Koarmatim Surabaya” dengan Penulis Yohanes Indra Kusuma, Monang Sehat Simanjuntak serta Widodo S Pranowo.

Berita Terkait :




Last Updated on Friday, 02 December 2016 11:27
 

IORA 2016: Indonesian Ocean Climate & Fisheries Information System

E-mail Print PDF

Jakarta 02. Indian Ocean Rim Association (IORA) menggelar Expert Group Meeting on Ocean Firecasting to Build Capacity for Indian Ocean Operational System, 17-18 November 2016 di Colombo, Sri Lanka. Hadir mewakili Indonesia, peneliti P3SDLP, Dr. Widodo Pranowo sebagai salah satu narasumber untuk memaparkan sejauh mana kemajuan Indonesia dalam Ocean Forecasting System. Sistem prakiraan oseanografi dan perikanan yang pusat operasinya di Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL), aplikasi android pendukung seperti prakiraan pasut, sistem informasi nelayan pintar, dan pemantauan danau dan waduk, dipaparkan oleh Widodo yang menggantikan Dr. Anastasia Tisiana yang sedang melaksanakan tugas menghadiri COP 22 UNFCCC di Marakesh.

Selain itu Widodo diberi kesempatan sebagai Chairperson untuk memimpin Sesi Capacity Building for Ocean Forecasting Operational System. Pada sesi yang dipimpin Widodo ini, memberikan paparan adalah Dr. Balakrishnan Nair dari Indian National Centre for Ocean Services tentang Regional Ocean forecasting System yang telah operasional, yang kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Charitta Pattiaratchi dari University of Western Australia mempromosikan sistem simulasi online hidrodinamika arus yang dapat diakses publik welalui website. Sedangkan Ms. Siellamaris Wdeve Muthike dari Kenya Maritime Authority mendemonstrasikan sistem peringatan dini siklon tropis. Widodo menutup sesi tersebut dengan sebuah kesimpulan bahwa sebenarnya sudah ada kekuatan penunjang untuk mengembangkan kapasitas pembangunan secara menyeluruh namun bertahap terkait operasional peramalan untuk laut dan samudera di Least Development Countries (LDCs) anggota IORA, tentunya dengan bantuan dari negara anggota lain yang sudah siap dan kuat seperti India, Australia, Indonesia, Sri Lanka, dan Kenya. Pembahasan rencana lebih lanjut dari hasil sesi ini kemudian dibawa ke sesi sidang panel pada 18 November 2016.

Berita Terkait :


Last Updated on Friday, 02 December 2016 08:29
 

Turut Berduka atas meninggalnya mertua dari Bapak Erish Widjanarko

E-mail Print PDF


Last Updated on Thursday, 01 December 2016 15:01
 

Memperingati 7 Hari Meninggalnya Mertua dari Bapak H. Agus Hermawan

E-mail Print PDF



Last Updated on Thursday, 01 December 2016 15:02