Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, Dani Saepuloh, A.Md, Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel

Berita

Penyusunan Inisial Manuskrip Naskah Akademik Penelitian Regional Bersama Upwelling di Samudera Hindia Timur

E-mail Print PDF

Bertempat di Phuket Marine Biological Center (PMBC) di Phuket Thailand, sejumlah peneliti melakukan pertemuan dalam rangka menggali ide penelitian bersama tentang hidrodinamika Iklim-Kelautan Samudera Hindia Timur yang sangat menarik perhatian para ilmuwan kelautan dunia. Pertemuan yang dilaksanakan pada tanggal 09 hingga 12 April ini kemudian dihasilkan draft versi awal dari naskah akademik yang kemudian diberi judul “Eastern Indian Ocean Upwelling Research Initiative (EIOURI) Science Plan & Implementation Strategy (SPIS)”.

Penelitian ini direncanakan untuk mengkaji lebih dalam peranan upwelling di Samudera Hindia Selatan Jawa terhadap variabilitas kesuburan laut primer (ocean primary productivity), hubungannya dengan perikanan tuna, perubahan sistem monsun, dampaknya terhadap ekosistem laut, dan juga kaitannya dengan dugaan fenomena pengasaman laut (ocean acidification), berikut dimensi sosialnya.

Pertemuan penulisan naskah akademik secara grup, yang produktif ini, diselenggarakan Thailand-China Joint Laboratory for Climate and Marine Ecosystem Phuket. Joint Lab tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Weidong Yu (Direktur) dari First Institute of Oceanography - State Oceanic Administration dan Prof. Dr. Somkiat Khokiattiwong (Wakil Direktur) dari PMBC, yang juga sebagai WESTPAC Chair (representing IOC/WESTPAC).

Delegasi P3SDLP yang hadir dan berpartisipasi aktif dalam penyusunan naskah akademik tersebut antara lain Dr. T. Rameyo Adi pakar bidang ocean remote sensing (Direktur Indonesia-China Center for Ocean Climate), Dr. Anastasia Tisiana peneliti pakar bidang Upwelling Selatan Jawa (Team Leader of the Indonesia Ocean Forecasting System), Dr. Widodo Pranowo (Indonesian Coordinator for MOMSEI Research Project).

Para pakar kelautan regional yang hadir dan memberikan kontribusi besar dalam penyusunan naskah akdemik antara lain: Dr. Nick D'Adamo sebagai Officer in Charge Perth Programme Office of the Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) of UNESCO sekaligus mewakili Commonwealth Bureau of Meteorology Australia; Prof. Dr. Raleigh R. Hood dosen pakar kimia lingkungan laut di Horn Point Laboratory University of Maryland Center for Environmental Science; Dr. Iwao UEKI peneliti pakar ocean remote sensing dari Research Institute for Global Change, Japan Agency for Marine-Earth Science & Technology (JAMSTEC);  Dr. Michael James McPhaden peneliti pakar osenografi fisika (NOAA/Pacific Marine Environmental Laboratory); Prof. Dr. Cabell Davis peneliti pakar dinamika populasi palnkton dari Woods Hole Oceanographic Institution (WHOI);  Dr. Rubao Ji yang juga peneliti pakar model numerik biogeokimia dari WHOI Amerika Serikat; dan Prof. Dr. Michael R. Landry peneliti pakar bidang ekologi laut dari Scripps Institution of Oceanography, University of California, San Diego, Amerika Serikat.

Diharapkan naskah akademik tersebut dapat diwujudkan enjadi suatu kegiatan penelitian bersama dan berkontribusi bagi perayaan 25 tahun kontribusi negara-negara di sepanjang Samudera Hindia untuk bidang pengembangan keilmuan kelautan.

 


Last Updated on Friday, 18 April 2014 15:43
 

Rapat Koordinasi dan Survey Riset Kebijakan Pengembangan Kawasan Pesisir Berbasis Zonasi Di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat Tahun 2014

E-mail Print PDF

Kawasan Pesisir adalah daerah peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di darat dan laut. Kabupaten Sumbawa, Provinsi  Nusa Tenggara Barat, merupakan kabupaten pesisir  yang memiliki Luas wilayah 10.475,70 km² (21,20 % NTB) meliputi Daratan : 6.643,98 km² (32,96% dari daratan NTB) Perairan Laut 3.831,72 km² (13,14 % dari perairan NTB). Panjang garis pantai   Kab. Sumbawa adalah 982 km dengan18 kecamatan pesisir dan 62 desa pesisir.

 

Pihak Pemda Kab. Sumbawa telah mengajukan permohonan riset pengelolaan sumberdaya pesisir di wilayahnya melalui Surat No: 552/114.a/DISLUTKAN/2013 kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Menindaklanjuti permohonan itu, tim riset P3SDLP yang berasal dari Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir yang diketuai oleh Dr. Taslim Arifin telah melaksanakan survey dalam rangka riset Kebijakan Pengembangan Kawasan Pesisir Berbasis Zonasi di Kabupaten Sumbawa dengan fokus penelitian Budidaya Rumput Laut pada  tanggal 13 April s.d 19 April 2014. Tim dipimpin oleh Yulius M.Si, dengan anggota: Dr. Dini Purbani, Hadiwijaya L.S. M.Si, Aida Heriati M.Sc, Muhammad Ramdhan M.T., dan Boni Hasanudin S.Sos. Tim mengawali kegiatan dengan melakukan rapat koordinasi dengan pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Sumbawa, rapat dihadiri oleh segenap pejabat struktural DKP dan perwakilan dari pihak Bappeda Sumbawa serta Pembudidaya dan Nelayan di pesisir Sumbawa. Dari rapat koordinasi dihasilkan beberapa masukan berupa titik-titik lokasi budidaya rumput laut yang ada di Kab. Sumbawa, dari peserta rapat. Pihak DKP juga membantu dalam hal penyediaan data-data sekuder mengenai kondisi umum fisik dan sebaran budidaya rumput laut di wilayah penelitian.

Selanjutnya Tim melakukan observasi lapangan dengan lokasi di Desa Teluk Santong dan Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge dan Desa Labuhan Aji Kecamatan Tarano - Teluk Saleh Kab. Sumbawa. Di laut tim berhasil mengumpulkan data kualitas air dan sampel air dari 20 titik survei yang tersebar di perairan Teluk Saleh. Sedangkan di darat, Tim telah melaksanakan wawancara dengan pembudidaya rumput laut, petambak udang, serta nelayan tangkap dan tim ini juga melakukan peninjauan kondisi pesisir  yang ada di lokasi penelitian. Data hasil observasi lapangan dan data-data sekunder yang didapat dari DKP Kab. Sumbawa selanjutnya akan dianalisa lebih lanjut untuk menghasilkan rekomendasi untuk pengembangan pesisir di kab. Sumbawa yang berbasis pada zonasi sesuai dengan daya dukung wilayahnya.


Last Updated on Saturday, 19 April 2014 13:55
 

KOORDINASI PELAKSANAAN RISET JAKARTA GIANT SEAWALL (GSW) LINGKUP BADAN LITBANG KELAUTAN DAN PERIKANAN

E-mail Print PDF

Bertempat di Gedung II Badan Litbang KP, tanggal 16 April 2014, dilakukan rapat koordinasi pelaksanaan riset Jakarta Giant Sea-Wall. Rapat dipimpin oleh Kepala Pusat Litbang SDLP (Dr. Budi Sulistiyo), dihadiri oleh peneliti dari Balai Besar Penelitian Sosial Ekonomi Kelautan & Perikanan (Dr. Armen Zulham, Prof. Dr. Zahri Nasution dan Rizky Muhartono, M.Si), peneliti dari P3SDLP (Dr. Taslim Arifin, Eva Mustikasari, MSi, Fajar Y. Prabawa, MT, Rainer A. Troa MT, Joko Prohantono, MSi, Lestari Cendikia Dewi, MSi dan Dr. Devi Dwiyanti S), dan peneliti dari Pusat Penelitian Pengelolaan Perikanan dan Konservasi Sumberdaya Ikan (Priyo S, dan Andria A.).

Dari hasil diskusi tersebut diperoleh kesepahaman untuk melakukan penguatan materi kajian, baik pada Ruang lingkup kajian, dan metodologi. Hasil penelitian tersebut juga sangat diharapkan harus memiliki nilai ilmiah yang tinggi. Contoh hasil penelitian yang diharapkan adalah berupa peta overlay kajian antara P3SDLP, P4KSI dan BBP-Sosek-KP, yang dapat diaplikasikan misalnya untuk memastikan apakah reklamasi layak untuk dilakukan, dan sekaligus mengkaji adakah material yang tepat untuk reklamasi apabila reklamasi tidak dapat dihindari lagi.

Adapun fokus kajian yang disepakati oleh masing-masing Satker antara lain: P3SDLP akan melakukan kajian bio-ekologi perairan dan hidrodinamika, sementara P4KSI akan melakukan akuisisi data akustik dan dinamika sumberdaya ikan, sedangkan BBP-Sosek-KP pakar di bidang sosial-ekonomi dan budaya masyarakat. Disepakati akan ada pertemuan rutin untuk membahas progress masing-masing kegiatan dari masing-masing satker.

 


Last Updated on Thursday, 17 April 2014 21:10
 

SURVEY DAMPAK PEMBANGUNAN JAKARTA GIANT SEAWALL (GSW) TERHADAP SUMBERDAYA LAUT DAN PESISIR

E-mail Print PDF

Kelompok penelitian dan pengembangan (Keltibang) Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir (CRMP) telah melaksanakan survey di perairan Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu Bagian Selatan pada tanggal 29 Maret – 4 April 2014. Tim survey di pimpin oleh Dr. Taslim Arifin (Ka. Keltibang CRMP). Adapun personil survey antara lain M. Ramdhan, MT., Fajar Y. Prabawa, MT., Hadiwijaya L. Salim, MSi., Eva Mustikasari, MSi., Aida Heriati, MT., S. Nur Amri, M.Si., dan Dr. Syamsul B. Agus. Selain peneliti P3SDLP, dalam survey tersebut juga melibatkan mahasiswa Sekolah Pascasarjana (S2) dan Program Sarjana (S1) Ilmu Kelautan IPB, yakni M. Kemal Idiris, S.Pi., Anma H. Kusuma, S.Pi., dan Dedi, SPi serta M. Ramahdani dan Azhar.

Kegiatan survey dibagi dalam 2 (dua) tim. Tim pertama, yakni Tim bio-ekologi perairan  melakukan pengukuran parameter klorofil, logam berat (Pb, Cd, Cu, Zn dan Ni), TSS, Nitrat, Nitrogen, Silikat, Fosfat baik di air maupun di sedimen. Sedangkan tim kedua, yakni Tim hidro-oseanografi melakukan pengukuran batimetri, arus, pasut dan gelombang. Survey hidro-oseanografi tersebut dilakukan selama hampir 14 hari yakni pada tanggal 10 – 24 April 2014.

Diharapkan dari hasil pengukuran tersbut dapat memenuhi tujuan penelitian yakni untuk dapat mengetahui status terkini & dinamika lingkungan perairan Teluk Jakarta berikut perairan Kepulauan Seribu bagian selatan, berdasarkan model perubahan parameter kimiawi perairan, model hidro-oseanografi, yang selanjutnya digunakan sebagai instrument untuk melakukan estimasi dampak dari pembangunan Jakarta Giant Sea-Wall yang telah direncanakan oleh Pemerintah DKI Jakarta bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum yang akan didanai oleh World Bank.

 


Last Updated on Thursday, 17 April 2014 20:58
 

Detection of HABs in Southeast Asia by Remote Sensing: Operational Warning and Regional Monitoring Protocols

E-mail Print PDF

Program Pelatihan dan peningkatan kapasitas mengenai protokol pendeteksian Harmful Algae Bloom (HABs) dan peringatan pengoperasian serta pengawasan regional di kawasan Asia Tenggara ini di prakarsai oleh Nippon Foundation, The Partnership for Observation of the Global Oceans, Alfred Wegener Institute and Centre of Excellence Regional Training Programme (NF-POGO AWI-CofE Traning Programme) yang bekerjasama dengan The Bolinao Marine Laboratory (BML, Marine Science Institute, University of the Philippines, Bolinao, Pangasinan serta Marine Science Institute (MSI), University of the Philippines, Diliman. Program pelatihan yang bertempat di Bolinao, Philippines ini di selenggarakan selama 3 minggu, 24 Februari - 15 Maret 2014.

Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari beberapa negara ASEAN seperti: Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina serta Negara di luar ASEAN seperti India yang juga memiliki pengalaman dan potensi terjadinya Harmful Algae Bloom (HABs). Delegasi Indonesia di wakili oleh 4 orang peserta yang berasal dari berbagai instansi, ibu Umi Zakiyah dari Universitas Brawijaya, Arif Seno dari Lembaga Ilmuu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Yazid Ridla dari Institut Teknologi Bandung (ITB), sedangkan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) diwakili oleh August Daulat, S.St.Pi, Calon Peneliti dari Keltibang Karbon Biru, Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP).

Narasumber yang bertindak sebagai pemapar dan sekaligus panitia adalah Dr. Alleta Yniguez, Dr. Laura David, Dr. Rhodora V. Azanza dari University of the Philippines. Terdapat pula beberapa pakar HABs international yang juga ikut berpartisipasi dalam pelatihan HABs ini seperti: Dr. Katzumi Matsuoka (Geology of HABs), Dr. Wiliam Cochlan (Chemical Oceanography of HABs), Dr. Raphael Kudela (Biological and Ecological of HABs) dan Dr. Stewart Bernard (Remote Sensing of HABs yang ikut memberikan materi berupa pengetahuan mengenai HABs dari berbagai disiplin ilmu seperti: biologi, taksonomi, fisika, geologi, biogeokimia, oseanografi, modeling dan penginderaan jauh yang diberikan selama lebih dari 2 minggu, disertai dengan praktek lapangan di tiap akhir sesi.

 


 

Last Updated on Friday, 11 April 2014 09:10
 

Kolokium Mahasiswa Universitas Hang Tuah Surabaya 2014

E-mail Print PDF

Pada tanggal 7 April 2014, diadakan Kolokium Mahasiwa Universitas Hang Tuah Surabaya yang bertempat di Laboratorium Data Laut dan Pesisir P3SDLP. Mahasiswa yang melakukan Praktek Kerja Lapangan selama 16 hari ini adalah Dewi Puspa Perwitasari dengan judul kerja praktek Penyusunan Dataset Bathymetri Pesisir Barat Laut Sumatera yang dibimbing oleh Dr. Widodo S Pranowo, dan Denysyah Dwi Angky dengan judul Penyusunan Informasi Iklim Laut Untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan, dibimbing oleh Dr. Anastasia Rita Tisiana. Pada kolokium ini juga banyak dihadiri oleh para Peneliti untuk memberikan masukan dan saran atas penelitian yang telah mereka lakukan.


Last Updated on Tuesday, 08 April 2014 14:35