Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, Dani Saepuloh, A.Md, Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel

Berita

Persiapan Pengukuran Capaian Kinerja Triwulan III Lingkup P3SDLP TA. 2014

E-mail Print PDF

Pada tanggal 29-30 September 2014, diadakan acara Rapat Persiapan Pengukuran Capaian Kinerja Triwulan III Lingkup P3SDLP TA. 2014. Acara ini diselenggarakan di Hotel Aston Marina dan dihadiri oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Dr. Budi Sulistiyo, Inspektur IV Kementerian Kelautan dan Perikanan Ibu Narwati Narang dan Ses Badan Litbang KP Bapak Indra Sakti sebagai nara sumber. Acara monev Pengukuran Capaian Kinerja Triwulan III ini juga dihadiri oleh para Kabid P3SDLP, Kepala LPSDKP Bungus beserta staf, PJPK Penelitian dan PJPK Struktural P3SDLP serta staf bidang Monev. Evaluator acara pengukuran capaian kinerja Triwulan III ini adalah Dr. Sugiarta Wirasantosa dan Dr. Hartanta Tarigan. Acara yang berlangsung selama dua hari ini berjalan dengan lancar dan merupakan kegiatan rutin bidang Monev untuk mengetahui progress kegiatan di Lingkup P3SDLP beserta kendala dan permasalahannya yang terjadi sebagai bahan evaluasi.


Last Updated on Wednesday, 01 October 2014 11:22
 

Field Trip Geologi dan Koordinasi Stasiun Seismik di Natuna

E-mail Print PDF

Pada tanggal 15 - 18 September 2014 Tim Peneliti dari P3SDLP dan First Institute of Oceanography (FIO) melakukan field trip di Pulau Bunguran Besar, Natuna. Nama-nama yang tergabung dalam Tim Peneliti tersebut antara lain Joko Prihantono, dan Sarnanda dari P3SDLP, sedangkan dari FIO adalah Shengfa Liu, dan Quanshu Yan. Sebelum melakukan field trip, tim peneliti mengunjungi Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Natuna untuk memberitahukan maksud dan tujuan tim ke Natuna. Pada kesempatan tersebut Bapak Hadi Suryanto dari Dinas KP menyambut dan mempersilakan tim peneliti untuk melakukan field trip di pesisir Pulau Bunguran Besar.

Pada field trip tersebut, pengamatan dan deskripsi batuan yang tersingkap di pesisir Utara, Timur, dan Selatan Pulau Bunguran Besar dilakukan. sedangkan Pesisir Barat tidak dilakukan karena akses menuju ke daerah tersebut belum bisa dilewati. Dari hasil pengamatan tersebut diperoleh bahwa batuan utara dan selatan merupakan batuan sedimen yang telah termetamorfosis, sedangkan daerah Pesisir Timur hingga Gunung Ranai merupakan batuan granit.

Lokasi pengamatan dan deskripsi batuan yang tersingkap di Pulau Bunguran Besar, Natuna selama Field Trip dilakukan.

Selain melakukan field trip tim peneliti dari P3SDLP juga melakukan koordinasi stasiun seismik di Natuna dengan petugas yang menjaga stasiun seismic tersebut yaitu Andika. Kondisi Stasiun seismik terawat dengan baik dan data yang terekam menunjukkan hasil yang bagus dan berhasil diunduh dengan baik.

Foto kegiatan fieldtrip dan koordinasi stasiun seismic di Natuna


Last Updated on Friday, 26 September 2014 09:47
 

SEBARAN SPASIAL PARAMETER KUALITAS PERAIRAN TELUK JAKARTA-2014

E-mail Print PDF

SEBARAN SPASIAL PARAMETER  KUALITAS PERAIRAN TELUK JAKARTA-2014

(Parameter Fisika-Kimia, Nutrien, Klorofil dan Logam Berat)

Oleh :Taslim Arifin(1), Anma Hari Kusuma(2), Hadiwijaya L. Salaim(1) & Muhammad Ramdhan(1)

(1) Pulitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Balitbang KP-KKP

(2) Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Teluk Jakarta merupakan kawasan padat dengan berbagai aktivitas sehingga menjadi tempat berkumpulnya polutan dari daratan yang ditransport melalui 13 sungai yang mengalir di wilayah DKI Jakarta. Penelitian terhadap parameter fisika-kimia, nutrien, klorofil dan logam berat (terlarut, tersuspensi dan sedimen) di perairan Teluk Jakarta telah dilakukan pada bulan April 2014. Analisa sampel air dilakukan di Laboratorium Produktivitas Lingkungan Departemen MSP-Institut Pertanian Bogor. Adapun hasil dari setiap parameter tersebut adalah sebagai berikut:



Peta Lokasi Penelitian

Contact :

Dr. Taslim Arifin : Ketua Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir - P3SDLP

Emal: taslim[at]kkp.go.id dan a_taslimar[at]yahoo.com


Last Updated on Monday, 22 September 2014 13:44
 

Tim Riset “Dampak Pembangunan Jakarta GIANT SEA WALL (GSW)”-2014

E-mail Print PDF

SIRKULASI ARUS PERAIRAN TELUK JAKARTA

(Analisis Pra-Pasca Konstruksi Tanggul Laut (Giant Sea Wall)

Oleh :

Tim Riset “Dampak Pembangunan Jakarta GSW Terhadap Sumberdaya Laut & Pesisir, 2014

Pulitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir, Balitbang KP-KKP

Pola arus hasil analisis hidrodinamika Teluk Jakarta pada kondisi pasang tertinggi menunjukkan arah arus laut yang sangat bervariasi dengan kecepatan arus dibawah 0,02 m/detik. Pada saat pasang menuju surut purnama, pola arus laut di Teluk Jakarta menunjukan arah homogen. Arah Arus laut didominasi oleh pergerakan massa air yang berasal dari Laut Jawa menuju ke perairan Teluk Jakarta kemudian arahnya berbelok ke arah barat menyusuri perairan pantai Teluk Jakarta dengan kecepatan yang mencapai diatas 0,02 m/detik. Pada saat surut terendah kecepatan arus mulai berkurang disertai dengan perubahan arah arus laut yang didominasi oleh pergerakan massa air yang bergerak kembali ke Laut Jawa meninggalkan perairan pantai Teluk Jakarta dengan kecepatan dibawah 0,02 m/detik. Pada saat surut menuju pasang purnama, kecepatan arus mencapai diatas 0,02 dengan arah arus homogen yang didominasi oleh massa air yang bergerak dari Barat ke Timur menyusuri perairan pantai Teluk Jakarta.

Pola arus hasil analisis hidrodinamika di Teluk Jakarta setelah dibangun tanggul laut raksasa mengalami perubahan kecepatan dan arah. Pada saat pasang tertinggi, massa air yang berasal dari Laut Jawa masuk ke celah utama tanggul laut raksasa kemudian terbagi dua yang bergerak masuk menuju bangunan tanggul laut raksasa sebelah barat dan menuju bangunan tanggul laut raksasa sebelah timur. Pada saat pasang menuju surut, kecepatan arus mulai meningkat namun pergerakan massa air didalam celah utama tanggul laut raksasa dan didalam bangunan tanggul laut raksasa relatif sama dengan kondisi pada saat pasang tertinggi. Pada saat surut terendah, arah aliran massa air mulai bergerak keluar dari bangunan tanggul laut raksasa melewati celah utama tanggul laut raksasa menuju ke Laut Jawa. Pada saat surut menuju pasang purnama, aliran massa air didalam bangunan giant sea wall masih sama arahnya yang bergerak homogen meninggalkan bangunan tanggul laut raksasa melewati celah utama menuju ke Laut Jawa. Berdasarkan hasil analisis hidrodinamika dengan skenario pembangunan tanggul laut raksasa menunjukan adanya arus dengan kecepatan mendekati 0 m/detik pada beberapa kondisi pasang surut yang berbeda dibeberapa lokasi didalam bangunan tanggul laut raksasa. Beberapa lokasi didalam bangunan tanggul laut raksasa dengan kecepatan arus sangat rendah tersebut berpotensi menyebabkan akumulasi sedimen yang berasal dari sungai-sungai utama yang mengalir ke Teluk Jakarta. Masukan sedimen yang berasal dari sungai-sungai utama di Teluk Jakarta akan tertahan didalam bangunan giant sea wall karena tidak terbawa oleh arus laut.

Contact :

Dr. Taslim Arifin : Ketua Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir - P3SDLP

Emal: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dan This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

PRA-KONSTRUKSI GIANT SEA WALL

PASCA-KONSTRUKSI GIANT SEA WALL


Last Updated on Monday, 22 September 2014 15:21
 

Pertemuan Teknis Antara P3SDLP Dengan FIO,China

E-mail Print PDF

Pada tanggal 19 September 2014, bertempat di Ruang rapat Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir, Gedung Balitbang KP II Lantai 4. Keltibang Geodinamika dan Sumber Daya Laut Dalam yang diketuai oleh Rainer Arief Troa, ST, M.Si.,  mengadakan pertemuan teknis mengenai “Analisis Karakteristik Sumber Daya Laut Dalam di Kawasan Samudera Hindia”. Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan koordinasi, yang berkaitan dengan proposal penelitian Geodinamika dengan The First Institute of Oceanography (FIO) China.

Undangan yang hadir dalam pertemuan ini adalah Dr. -Ing. Widodo S Pranowo (Kabid pelayanan Teknis P3SDLP), Dr. Haryadi Permana (Puslit Geoteknologi LIPI, Bandung), Dr. Sugiarta Wirasantosa, Ir. Nur Cahyo, M.T (P3GL, Bandung). Adapun Dr. Shengfa Liu, Dr. Quanshu Yan, Dr. Shuqing Qiao, dan Dr. Xiaoyan Li  dari The First Institute of Oceanography (FIO). Selain itu para peneliti dan staf dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir yang ikut hadir dalam pertemuan ini adalah Dr. Anastasia Rita Tisiana D.K, Dr. Dini Purbani, Lestari C. Dewi, M.Si., Mariska Astrid Kusumawardhani, S.Si., Boni Hasanudin, S.Sos., Tutik handayani S.IP., dan Siti Juwariah.


Last Updated on Friday, 19 September 2014 11:00
 

RAPAT KEMAJUAN KEGIATAN VALIDASI SHELTER TSUNAMI DI KOTA PARIAMAN

E-mail Print PDF

Pada tanggal 16 September 2014 pukul 10.00 WIB bertempat di Ruang Rapat P3SDLP Gedung Balitbang KP II Lantai 4 dilaksanakan rapat kemajuan kegiatan penelitian yang berjudul “VALIDASI USULAN LOKASI TES (TEMPAT EVAKUASI SEMENTARA) DAN TEA (TEMPAT EVAKUASI AKHIR) KOTA PARIAMAN Kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan tahun 2012 dan merupakan riset permintaan dari pihak Pemda Kab. Kota Pariaman melalui Surat No: 360/344/BPBD/V-2013 kepada Badan Litbang KP perihal Permohonan Fasilitas untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam dalam penempatan dan kelayakan shelter di wilayah yang rawan bencana di Kota Pariaman.

Rapat tersebut dipimpin oleh  Edy Purnomo, M.Si (Kabid Monev P3SDLP) dan dihadiri oleh Asrizal, MT. (Kepala BPBD Kota Pariaman), Agus Hermawan, S.Sos (Kasubbid Publikasi P3SDLP), Dr. Udrekh (Kabid Teknologi Mitigasi Bencana BPPT), Dr. Haris Mulyo Pradono (BPPT), Ignasius Ryan P., M.Sc. (Australia Indonesia Facility For Disaster Reduction), Haunan Afif, MT. dan Rahayu Robiana, MT. (PVMBG), serta Dr. Dini Purbani (PJPK Kegiatan) dan anggota kegiatan. Dalam rapat tesebut dipaparkan 3 hasil penelitian yaitu :

  1. Validasi Usulan Lokasi  TES (Tempat Evakuasi Sementara) dan TEA (Tempat Evakuasi Akhir)  Kota Pariaman. Disampaikan oleh PJPK Kegiatan.
  2. Tempat Evakuasi Sementara (TES) untuk Tsunami. Disampaikan oleh Bapak Dr. Mulyo Pradono (BPPT)
  3. PengembanganPetaBahayaTsunami untukKota Pariaman, Sumatra Barat. Disampaikan oleh Ignatius Ryan dari AIFDR

Dalam rapat ini telah diperoleh kesimpulan akan dilakukan perubahan Peta Rute Evakuasi, pembuatan Buku Mitigasi Bencana di Kota Pariaman yang berisi antara lain rekomendasi untuk penentuan lokasi TES dan kekuatan konstruksi bangunan untuk shelter.


Last Updated on Thursday, 18 September 2014 08:34