Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D, Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo, Dani Saepuloh, A.Md, Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel

Berita

Kontribusi P3SDLP di dalam Penyusunan Third National Communication (TNC) bagian Adaptasi Perubahan Iklim

E-mail Print PDF

Pada tanggal 16 Oktober 2014, tiga orang peneliti P3SDLP Dr. A. Rita TIsiana Dwi Kuswardani, Dr. Dini Purbani dan Yulius, M.Si. mengikuti kegiatan Penyusunan Third National Communication (TNC) bagian Adaptasi Perubahan Iklim yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim Asdep Adaptasi Perubahan Iklim.

Kegiatan ini mendapatkan sponsor dari United Nation Davelopment Programe (UNDP) yang direncanakan berjalan selama periode 2 tahun (2014-2016). Fokus kegiatan untuk melakukan studi kasus kerentanan dan adaptasi dampak perubahan iklim yang berkaitan dengan ekosistem pesisir dan laut. Hasil diskusi diputuskan lokasi pelaksanaan studi kasus yang akan dilakukan di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta dengan fokus ekosistem terumbu karang.


Last Updated on Friday, 17 October 2014 13:38
 

Diskusi Draft Concept Note Kegiatan Blue Carbon dengan World Bank

E-mail Print PDF

Selasa, 14 Oktober 2014, P3SDLP mendapat kunjungan perwakilan dari Bank Dunia (World Bank) yaitu Dr. Cary Anne Cadman (Senior Environmental Specialist Green Development Support Program) dan Ibu Dr. Ina Pranoto yang datang dalam rangka diskusi dan sharing knowledge terkait pembuatan proposal penelitian Karbon Biru (Blue Carbon). Pertemuan yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pelayanan Teknis, Dr. Ing. Widodo S. Pranowo serta dihadiri pula oleh para peneliti Keltibang Karbon Biru yaitu Dr. Andreas Hutahaean, Dr. Devi Suryono, Dr. Agustin Rustam, Terry L. Kepel, M.Sc., August Daulat, S.St.Pi. dan Mariska Astrid Kusumaningtyas, S.Si. ini bertujuan mempertajam draft proposal (concept note) yang berjudul “Blue Carbon Coastal Livelihoods and Ecosystems Management Project”, yang rencananya akan diajukan kepada GEF untuk memperoleh bantuan dana penelitian yang bersumber dari Bank Dunia. Proses finalisasi proposal tersebut direncanakan selesai tahun 2015, sehingga pada periode tahun 2016-2019 diharapkan kegiatan tersebut dapat segera diimplementasikan.

 


 

Delegasi Indonesia dari P3SDLP Menghadiri “The 2nd Consultative Meeting on Southeast Asian Underwater Archaeology 2014”

E-mail Print PDF

Sejumlah 6 (enam) personil P3SDLP bertindak sebagai Delegasi Republik Indonesia (DELRI) menghadiri “The 2nd Consultative Meeting on Educational Development in Southeast Asian Underwater Archaeology” di kota Quang Ngai, Vietnam. Anggota DELRI yang dipimpin oleh Dr. Budi Sulistiyo (Kepala P3SDLP) tersebut beranggotakan: Ir. Saifuddin, M.MA (Sekretaris Inspektorat Jenderal KKP), Dr. Sugiarta Wirasantosa (Peneliti Senior di P3SDLP), Erish Widjanarko, ST (Kepala Sub Bidang Tata Laksana Litbang), Gunardi Kusumah, MT (Kepala LPSDKP), dan Ir. Nia Naelul Hasanah (Peneliti Muda Bidang Arkeologi Laut). Pada pertemuan yang berlangsung 12 hingga 13 Oktober 2014 tersebut disampaikan Country Report tentang kekayaan arkeologi maritim nusantara, basis data yang telah terhimpun, bidang  litbang dan multidisiplin ilmu yang terkait. Selain itu dibahas juga tren perubahan iklim global yang disinyalir dapat berdampak kepada situs arkeologi bawah air. Beberapa langkah kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam mengantisipasi hal tersebut juga disinggung didalam Country Report DELRI tersebut.


Last Updated on Tuesday, 14 October 2014 09:42
 

"TANGGUL RAKSASA" Proyek Tak Masuk Tata Ruang Jakarta

E-mail Print PDF

(Kompas 9 Oktober 2014 hal.14) Proyek tanggul raksasa itu juga belum masuk Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030 dan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2008 tentang Penataan Ruang Kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Puncak, dan Cianjur.

Secara terpisah, Kepala Kelompok Peneliti Kerentanan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan Semedi Husrin mengingatkan ancaman kerusakan pesisir Banten. “Untuk membangun reklamasi pantai jakarta harus mengorbankan daerah lain yang pasirnya diambil dari pantai Serang, Banten.” Kata Semedi.

 

(Kompas 13 Oktober 2014 Hal.14 ) Widodo Pranowo, peneliti pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir KKP, mengatakan, proyek itu akan berdampak ekologis, bukan hanya terhadap pesisir Jakarta dan Kepulauan Seribu, tetapi hingga banten. “Tanggul ini bisa menjadi comberan raksasa,” katanya.

Selain itu, tanggul akan menyebabkan perubahan arus laut dan akan menggerus beberapa pulau di Pulau Seribu, salah satunya Pulau Onrust. Adapun dampak di pesisir Serang, Banten, seperti dikemukakan kepala Kelompok Peneliti Kerentanan Pesisir KKP Semedi Husrin, berpotensi merusak pesisir Banten karena pasir reklamasi Teluk Jakarta dari Banten.

Jadi, seharusnya yang dipikirkan dulu adalah menata air di hulu, bukan bendung di hilir. Tanggul Laut Jakarta untuk siapa?

Baca juga : Proyek Tanggul Laut Dimulai

 


Last Updated on Tuesday, 14 October 2014 09:27
 

P3SDLP Berperan Serta Dalam Acara Indonesia Carbon Update 2014

E-mail Print PDF

 

Pada hari Kamis 9 Oktober 2014, bertempat di Hotel Aryaduta Manado, berlangsung acara "Indonesia Carbon Update 2014" (ICU-2014). Hadir pada kesemptan tersebut Dr. Widodo S Pranowo (Kepala Bidang Pelayanan Teknis) membawakan hasil penelitian Tim Karbon Biru P3SDLP secara umum di Indonesia dan secara khusus di kawasan Sulawesi Utara. Tanggapan positif datang dari berbagai kalangan, terutama memberikan pencerahan kepada mereka, bahwa pembangunan ekonomi masyarakat pesisir yang mengemisikan karbon dapatlah diatasi dengan kemampuan serapan karbon oleh ekosistem pesisir seperti lamun dan mangrove.

Kedepannya, masyarakat Sulawesi Utara pada umumnya akan menghubungi Blue Carbon Center P3SDLP untuk meminta dukungan, arahan, asistensi, dan partisipasi dalam upaya penyiapan SDM yang belum menguasai konsep karbon biru.

Acara ini diselenggarakan oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Utara, dan Universitas Sam Ratulangi Manado. Hadir dalam acara tersebut lebih dari 250 peserta yang berasal dari pemerintahan, universitas, dan instansi kementerian/ lembaga terkait. Adapun staf Laboratorium Data Laut dan Pesisir, Sdr. Joko Subandriyo, ST meliput partisipasi P3SDLP dalam kegiatan ICU-2014 tersebut.


Last Updated on Monday, 13 October 2014 00:56
 

Diklat Fungsional Lanjutan Peneliti Muda P3SDLP

E-mail Print PDF

Kepala Pusbindiklat LIPI melalui surat nomor 0802/SU.6/LT/IX/2014 mengumumkan hasil seleksi dan penjadwalan diklat jabatan fungsional peneliti tingkat lanjutan untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dalam pengumuman tersebut tiga orang peneliti muda  P3SDLP dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti Diklat fungsinal peneliti tingkat lanjut Gelombang XIII pada tanggal 6 s.d. 11 Oktober 2014. Peneliti tersebut adalah: Dr. A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani MT., Triyono S.Si. MT. dan Muhammad Ramdhan ST. MT.

Diklat ini diberikan dengan tujuan mempersiapkan peserta untuk mampu berperan dalam kedudukannya sebagai PNS peneliti, yang selalu bersikap ilmiah, kreatif, jujur, obyektif dan berwawasan luas serta mampu bekerja secara mandiri maupun kelompok. Adapun mata diklat yang diberikan diantaranya adalah: Manajemen Pola Pikir (8 Jam), Etika Keilmuan dan Penelitian (4 Jam), Penulisan KTI Internasional (18 Jam), Kebijakan Program Litbang (6 Jam), Kepemimpinan dalam Litbang (8 Jam), Pengelolaan Riset Multidisiplin (8 Jam), Kerjasama Litbang (8 Jam). Sebagai syarat kelulusan, para peserta diwajibkan membuat suatu tulisan ilmiah internasional berbahasa inggris dan mempresentasikannya dihadapan dewan penguji.

Diklatfung peneliti tingkat lanjut ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari 5 instansi Litbang, yaitu: Badan Litbang-KKP (15 orang), Badan Litbang Perhubungan (6 orang), BATAN (6 orang), Badan Litbang Kehutanan (2 orang), dan Badan Litbang-Pendidikan dan Kebudayaan (1 orang). Adapun sebaran asal daerah tempat peserta bertugas adalah: Banda Aceh, Palembang, Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, Bandung, Solo dan Maros.

Pada kesempatan ini DR. A. Rita Tisiana Dwi K. menyajikan makalah dengan judul “Application of MASNUM Wave Model in Indo Pacific Ocean and its Verification Using Altimeter Data”. Triyono S.Si. MT. menyajikan makalah dengan judul” Introducing Disaster Vulnerability Asessment in Tourism Management” dan Muhammad Ramdhan ST. MT. menyajikan makalah dengan judul “Estimation Of Sea Surface Temperature Distribution in Ekas Bay Using Landsat-8  Satellite Imagery”. Semua peserta diklat dari P3SDLP dinyatakan lulus dengan nilai sangat baik. Suatu kebanggaan bagi keluarga P3SDLP bahwa dalam diklat fungsinal peneliti lanjutan gelombang XIII ini Dr. A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani terpilih menjadi peserta diklat dengan nilai terbaik. Sehingga mendapatkan penghargaan langsung dari Kepala Pusbindiklat LIPI  pada akhir penutupan acara diklat.

Selamat berkarya dan sukses selalu untuk DR. A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani



 

Last Updated on Friday, 17 October 2014 08:16