Indonesian Ocean Forecasting System (Ina OFS) - Experimental

Prediksi Harian Suhu Muka Laut (Sea Surface Temperature) dan Arus Permukaan (Ocean Current Circulation) diperoleh dari luaran prediksi model global HYCOM + NCODA dengan resolusi grid 1/120 x 1/120 (~ 9.25 km x 9.25 km). Gambar hasil prediksi diolah dengan menggunakan software Ferret, yang merupakan perangkat analisa untuk data grid dan non-grid yang dibangun oleh NOAA-PMEL. Untuk melihat/mendownload data Archive klik

Team Ina OFS : A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani, Ph. D; Dr.-Ing.Widodo Setiyo Pranowo; Dani Saepuloh, A.Md; Wida Hanayasashi Samyono, S.Kel; Muallimah Annisaa, S.Kel

Berita

My Boni Will Over The Sea

E-mail Print PDF

Jakarta, 26 Agustus 2016. Acara tasyakuran pelepasan ibadah Haji di Kantor P3SDLP hari ini berlangsung khidmad,  Boni Hasanudin, S.Sos salah satu staf bagian adminstrasi rencananya pada hari Minggu 28 Agustus 2016 mendatang akan terbang ke Tanah Suci (Mekkah) untuk melaksanakan  Ibadah Haji. Tasyakuran hari ini dimaksud untuk mendoakan kesehatan dan keselamatan beliau selama menjalankan ibadah Haji, yang dipimpin oleh Dr. Ifan Ridlo Suhelmi. Semoga Pak Boni lancar dalam beribadah Haji, sehat walafiat, dan pulang kembali ke tanah air dengan penuh Rahmat Lil Alamin.





Last Updated on Friday, 26 August 2016 15:28
 

Jurnal Survei Biak 2016 : Antara Karang, Mangrove, Kualitas Air dan Wanginya Aroma Ikan Bakar

E-mail Print PDF

Jakarta 25 Agustus 2016. Tim Survei Perairan Biak yang dipimpin oleh La Ode Nurman Mbay (Deputi Ketua Kelompok Litbang Kebijakan Perubahan Iklim) sejak 24 Agustus 2016 tiba di Biak dan melakukan koordinasi personil dan peralatan dengan UPT LIPI Biak. Secara keseluruhan Tim Gabungan ini berjumlah 10 personil, antara lain : Sujatmiko Bayu Aji,  Joko Subandriyo, Tonny Adam Theoyana, Rizal F.Abida (P3SDLP), I Wayan Eka Darmawan, Jonas Lorwens (Loka Konservasi Biota Laut LIPI-LKBL LIPI Biak), Martin Matulessy, Yunus Baab (Universitas Papua-UNIPA Manokwari) dan Irawan Prasetyo (Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut-STTAL). Secara teknis, personil terbagi dalam 3 sub tim. Pada hari survei pertama ini tim terumbu karang telah melaksanakan 2 transek. Tim mangrove telah melaksanakan verifikasi terhadap data hasil interpretasi citra satelit. Adapun Tim kualitas air telah menyelesaikan 20 titik stasiun pengukuran kualitas air dari 61 titik stasiun yang telah ditargetkan. Tim survei Biak 2016 diproyeksikan selama lebih dari 10 hari akan puas melahap ikan bakar hasil pancingan usai melaksanakan tugas surveinya seharian.

Baca Berita Terkait :





Last Updated on Friday, 26 August 2016 07:14
 

P3SDLP Berpartisipasi Dalam Komunitas Diskusi Geopolitik Asia Raya

E-mail Print PDF


Jakarta, 23 Agustus 2016. Salah satu arah kebijakan Kepala Badan LitbangKP yang baru di tahun 2016 ini adalah “Geopolitik”, dimana Indonesia secara geografis berada di percaturan politik Asia, Eropa dan Pasifik. Sejak awal tahun 2016 P3SDLP aktif di komunitas diskusi geopolitik lingkup Asia raya dengan forum bernama “Center for South East Asian Studies” (CSEAS) yang rutin mengadakan diskusi  per 2 (dua) bulanan. Pada bulan Agustus 2016 diselenggarakan pada tanggal 22-23 Agustus 2016 bertempat di Sumatera Room, Hotel Shangri La, Jakarta. P3SDLP diwakili oleh Laboratorium Data Laut dan Pesisir yakni Dr.-Ing Widodo S. Pranowo, Sari Novita, S.T dan Armyanda Tussadiah, S.Kel. Agenda pembahasan terdiri dari 3 sesi, pada sesi pertama membahas  “Peran UNCLOS Dalam Menyelesaikan Sengketa Pemerintahan”, yang dipimpin oleh Prof. Robert Beckman dari National University of Singapore dengan pembicara Prof. Hamamoto Shotaro dari Kyoto University,  Dr. iur. Damos Dumali Agusman dari Kementerian Luar Negeri dan Jin-Hyun Paik, Juri International Tribunal for the Law of The Sea (ITLOS).  Sesi kedua membahas  “Isu Terkini Mengenai Keamanan Maritim di Kawasan Asia” yang dipimpin oleh Dr. Sam Bateman dari Nanyang Technological University dengan pembicara Achmad Santosa, koordinator Gugus Tugas untuk Illegal Fishing KKP, Dr. Yurika Ishii dari National Defense Academy of Japan, Dr. Justin Hasting dari University of Sydney dan Dr. Christopher Roberts dari University of New South Wales. Sesi terakhir membahas “Perlindungan Lingkungan Maritim Untuk Keberlanjutan” dipimpin oleh Prof. Yukari Takamura dari Nagoya University, Youna Lyons dari National University of Singapore, Dr. Iriana Safitri Zen dari CSEAS Indonesia dan Broke Campbell dari University of Wollonggong. Kedepan Badan Litbang KKP diproyeksikan akan turut mengusulkan satu topik bahasan terkait geopolitik Indonesia dari sisi sektor Kelautan dan Perikanan.





Last Updated on Wednesday, 24 August 2016 15:31
 

Tim Peneliti P3SDLP membedah Potensi Sumberdaya Pesisir dan Laut di Perairan Teluk Saleh Kabupaten Sumbawa, NTB

E-mail Print PDF

Teluk Saleh merupakan teluk yang terletak di sebelah timur laut Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara administratif, Teluk Saleh berada di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu. Luas dan panjang perairan Teluk Saleh diketahui seluas 1.495 Km2 dan panjang 282 Km (Anonim, 2009). Perairan Teluk Saleh memiliki sumberdaya alam pesisir dan laut yang beraneka ragam, sehingga untuk masa yang akan datang merupakan sumber ekonomi baru bagi pertumbuhan pembangunan di propinsi NTB (Radjawane, 2006). Teluk Saleh merupakan pusat kegiatan perekonomian laut yang dimanfaatkan sebagai lokasi penangkapan ikan (fishing ground) masyarakat nelayan tradisional dan sebagai lahan budidaya laut seperti budidaya rumput laut, budidaya ikan Kerapu keramba jaring apung, dan budidaya kerang mutiara (Anonim, 2004). Perairan Teluk Saleh memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi yaitu potensi ekosistem mangrove, terumbu karang dan ikan karang (Satria dan Mujiyanto, 2011). Untuk memahami kondisi ekosistem dimana aktifitas budidaya laut berlangsung diperlukan suatu pendekatan daya dukung. Daya dukung merupakan konsep yang dikembangkan untuk kegiatan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Daya dukung dapat diartikan sebagai kondisi maksimum suatu ekosistem untuk menampung komponen biotik yang terkandung di dalamnya (Anonim, 2004).

Setelah melakukan survey pertama pada tanggal 19 – 25 Mei 2016, Tim survei dari Keltibang Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir yang di pimpin oleh Yulius, M.Si (PJPK Kegiatan) di damping oleh Dr. Taslim Arifin, M.Si (Kakeltibang). dengan anggota tim diantaranya Joko Prihantono, M.Si, Dani Saepulloh, A.Md (P3SDLP), Teguh Agustiadi, ST., Nadya Christa Magdalena, S.Si. (Peneliti dan Teknisi BPOL), Dr. Ofri Johan, M.Si. (Peneliti BBIH) serta Muhammad Abrar, M.Si. (Peneliti P2OLIPI) melakukan survey lapangan pada tanggal 14 – 20 Agustus 2016 di perairan Teluk Saleh untuk memperoleh data insitu oseanografi dan data ekosistem terumbu karang. Sebelum melakukan survey tim melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kelautan dan Perikana Kabupaten Sumbawa. Tim Survei diterima oleh Kepala Dinas DKP Kab Sumbawa Bapak Ir. H. Junaidi, M.Si. beserta para stafnya untuk melakukan presentasi terkait penelitian yang akan dilakukan. Pada presentasinya Ketua Tim Yulius, M.Si melakukan presentasi terkait penelitian yang akan dilakukan. Fokus utama survey di perairan Teluk Saleh Kab. Sumbawa ini diantaranya Pemasangan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) dan Tide Master; Identifikasi dan Kondisi Ekosistem Terumbu Karang; Data Oseanografi Teluk Saleh; Pengambilan Data Kualitas Perairan fisika, kimia dan biologi serta debit air di Muara Sungai.

Pada pelaksanaan pengambilan data di lapangan Tim dibagi menjadi 2 Kelompok yaitu Tim Oseanografi (Pemasangan ADCP (Acoustic Doppler Current Profiler) dan Tide Master) di Pelabuhan Teluk Santong dan Tim Ekosistem Pesisir (Melakukan Transek Identifikasi dan Kondisi Ekosistem Terumbu Karang) di perairan Pulau Rakit. Tim survey juga mengambil Data Kualitas Perairan fisika, kimia dan biologi serta debit air di Muara Sungai. Pengambilan sampel data di lapangan di dapat sampel kualitas air, data TOA, data Karang, data arus, data gelombang dan data pasang surut di perairan Teluk Saleh yang semua data akan diolah lebih lanjut. Direncanakan setelah kegiatan pengambilan data ini akan dilakukan ekspos terkait hasil analisa yang dijadwalkan pada bulan oktober atau November 2016 mendatang. Proses pengambilan data ini juga melibatkan beberapa petugas lapangan dari DKP Kabupaten Sumbawa yang turut serta dalam pengambilan data dan juga dalam proses penyelaman.

Diharapkan dari hasil pengambilan data penelitian ini, data dapat diolah dan dapat dijadikan dasar khususnya dalam budidaya rumput laut yang selama ini menjadi unggulan hasil kelautan Kabupaten Sumbawa mengingat pada beberapa tahun terakhir hasil budidaya rumput laut dapat dikatakan menurun sehingga dari hasil penelitian ini dapat dijadikan patokan apakah menurunnya hasil rumput laut ini diakibatkan oleh Sumberdaya Alamnya ataukah dari Sumber Daya Manusianya.


Last Updated on Monday, 22 August 2016 14:41
 

FGD I Penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau KeciL (RZWP-3-K) Provinsi Nusa Tenggara Barat

E-mail Print PDF

Sesuai surat Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Nomor 165/005/P4K/Dislutkan/VIII/2016 tentang permintaan Narasumber pada acara Penyelarasan dan Pengkayaan Substansi Materi Dokumen Final RZWP-3-K Provinsi Nusa Tenggara Barat. Acara berlangsung pada Tanggal 18 Agustus 2016 di Mataram, dihadiri oleh perwakilan SKPD terkait lingkup Pulau Lombok, yaitu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.

Pada acara tersebut, Kepala Puslitbang Sumberdaya Laut dan Pesisir (P3SDLP) menugaskan Kelompok penelitian (Kelti) Kebijakan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir (KPSDP) sebagai narasumber, yaitu Dr. Taslim Arifin, didampingi oleh Aida Heriati, S.Si. MT dan Eva Mustikasari, S.Si, MSi. Adapun materi yang disampaikan adalah hasil-hasil riset yang telah dilakukan pada tahun 2014, 2015 dan 2016 serta penguatan draft materi RZWP-3-K yaitu tipologi, konektivitas dan daya dukung kawasan. Dalam penguatan substansi, pihak DKP Provinsi NTB mengharapakan kepada P3SDLP untuk membantu penyediaan data set dan mengawal penyusunan dokumen final RZWP-3-K tersebut. 



Last Updated on Monday, 22 August 2016 14:19
 

Penyerapan Emisi CO2 di Daerah Pesisir Karimunjawa dan Pati

E-mail Print PDF

Survey lapang untuk menginventarisir potensi serapa karbon di daerah pesisir telah dilakukan oleh tim Karbon Biru di Kabupaten Karimun Jawa dan Kabupaten Pati. Tim yang dipimpin oleh Dr. Novi S. Adi ini dilaksanakan pada tanggal 26 Mei – 3 Juni untuk Karimun Jawa dan tanggal 29 Juli – 13 Agustus 2016. Pada rangkaian survey kali ini tim dibagi menjadi tim lamun dan kualitas air, tim mangrove dan sedimen, tim foto udara dan tim geomorfologi.

Tim lamun berusaha untuk mengidentifikasi spesies dan keragamannya serta menghitung tutupannya. adapun metode yang digunakan adalah metode line transek dan petak contoh. Agihan dan penutupan lamun dikaji  dengan metode transek  kuadrat. Tim kualitas air melakukan penelitian dalam rangka untuk mengetahui kualitas air di lokasi penelitian berdasarkan pengukuran in-situ dan pengambilan sampel. Pengukuran in-situ menggunakan alat Multi Parameter Water Quality Checker yang berhasil mengukur pH, DO, Konduktivitas, Turbiditas, Temperatur, Salinitas, dan Sigma-t. Sedangkan pengambilan sampel dilakukan untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium terhadap parameter Ammonia, Nitrat, Nitrit, Fosfat, Silikat, Klorofil dan TSS. Tim mangrove meneliti spesies, diameter dan tinggi pohon serta memasang dendrometer untuk mengetahui laju pertumbuhan pohon mangrove.  Metode pengukuran yang digunakan untuk mengetahui kondisi mangrove adalah dengan menggunakan Metode Transek Garis dan Petak Contoh (Line Transect Plot). Metode pengukuran ini merupakan salah satu metode pengukuran yang paling mudah dilakukan, namun memiliki tingkat akurasi dan ketelitian yang akurat. Adapun tim sedimen terdapat dua tugas utama yaitu mengambil sampel sedimen di sekitar daerah mangrove dan melakukan instalasi R-Set yaitu seperangkat alat untuk mengukur perubahan elevasi relatif dari sedimen di daerah wetland. Untuk tim foto udara bertugas melakukan dokumentasi udara menggunakan drone.

Rangkaian survey ini merupakan suatu upaya secara empiris untuk mengetahui penyerapan emisi CO2 di daerah pesisir. Pengambilan data dilakukan di dua kawasan yaitu kawasan konservasi laut (Karimun Jawa) dan kawasan rehabilitasi (Pati) yang mana kedua kawasan tersebut memiliki keanekaragaman ekosistem pesisir yang cukup tinggi sehingga ideal untuk mewakili dinamika parameter karbon di daerah pesisir.



Last Updated on Sunday, 21 August 2016 22:01